Seorang warga lanjut usia yang sakit dibawa menggunakan perahu untuk mengungsi dari banjir di Jalan Raya Baleendah, Kabupaten Bandung. Jawa Barat, Minggu (13/3). Kawasan Bandung Selatan kembali dilanda banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Intensitas curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan 5.900 kepala keluarga terdiri 24.000 jiwa terdampak banjir serta lebih dari 3000 jiwa mengungsi. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/pd/16

Bandung, Aktual.com – Ribuan rumah di Kabupaten Bandung bagian selatan terendam banjir akibat luapan Sungai Citarum dan sejumlah anak sungainya, Sabtu (29/10).

“Banjir terjadi sejak Jumat malam, dan Sabtu sore ini terus membesar,” kata Ibrahim warga Baleendah, Kabupaten Bandung.

Genangan banjir merendam ribuan rumah di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Ketinggian genangan luapan Sungai Citarum itu di perumahan penduduk berkisar 50 centimeter hingga semeter.

Bahkan di Desa Andir Kecamatan Baleendah, ketinggian air mencapai atap rumah, sehingga menggenang instalasi listrik di kawasan itu.

Genangan banjir terjadi sejak Jumat (28/10) malam, dan terus membesar setelah siang hari hujan mengguyur kawasan hulu Ciarum di kawasan Majalaya, Kertasari, Cicalengka serta di wilayah Kota Bandung.

Muka air Sungai Citarum bahkan diatas permukaan jalan di lokasi itu, bahkan dua ruas jalan di pinggir aliran Sungai Citarum juga sudah tersaput air aliran sungai itu.

Selain itu, sejumlah tembok beton yang disiapkan untuk dipancangkan di pinggir Sungai Citarum, tepatnya di dekat jembatan perbatasan Kecamatan Baleendah dan Bojongsoang juga terendam banjir.

Meski demikian pengerjaan proyek pemancangan beton itu tetap dilakukan hingga sore hari sesuai jam kerja.

Akibat rencaman banjir Sungai Citarum itu, ribuan warga sudah mengungsi ke lokasi aman. Selain ke rumah kerabatnya, juga ke beberapa fasilitas umum seperti Aula Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, GOR KNPI, GOR Bulutangkis Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot dan lainnya.

“Rumah kami sudah teredam sedalam 1,5 meter, tidak memungkinkan untuk bertahan dan tinggal di rumah,” kata Kartinah, warga Kelurahan Andir yang mengungsi di GOR bulutangkis di lokasi itu.

Selain merendam rumah penduduk, banjir juga memutur jalan raya Banjaran-Baleendah-Dayeuhkolot tepatnya di dekat Jembatan Baleendah, depan SPBU Baleendah. Ketinggian air di jalan itu mencapai semeter sehingga sama sekali tidak bisa dilintasi kendaraan.

Akibatnya kendaraan hanya bisa melalui jalur Jalan Baleendah-Bojongsoang yang juga tergenang banjir dengan ketinggian sampai 50 meter. Namun jalur itu masih bisa dilintasi kendaraan.

Kemacetan luar biasa terjadi di jalur Baleendah-Bojongsoang yang mengular lebih dari empat kilometer, bahkan arah Kota Bandung hingga ke jalur terusan Buahbatu.

Sejumlah jalur alternatif juga dipadati kendaraan seperti Jalan Rancamanyar yang dilanda kemacetan. Sejumlah pengendara sepeda motor memilih jalur alternatif ke jembatan gantung di kawasan Mekarsari, Bojongsoang.

Jalanan di Dayeuhkolot juga terputus banjir tepatnya di Palasari. Banjir di Dayeuhkolot juga menggenang jalan Dayeuhkolot dengan ketinggian semeter lebih.

“Kami khawatir banjir terus meninggi, pasalnya sore tadi hujan mengguyur kawasan hulu Citarum,” kata Sodikin, salah seorang pedagang di Pasar Dayeuhkolot.

Selain memutus arus lalu lintas di Dayeuhkolot, banjir luapan sungai Citarum juga menggenang jalan Tegaluar-Ciwastra di kawasan Tegaluar.

Sama halnya jalur Ciparay-Majalaya yang merupakan jalur akses ke Bandung juga masih terendam banjir dengan ketinggian sekitar 70 centimeter.

(Wisnu)