Ilustrasi - Bakal calon presiden potensial Pilpres 2024 (Aktual/Abdul Jalil)

Jakarta, Aktual.com – Survei yang dilakukan oleh Ipsos Public Affairs mengungkapkan bahwa elektabilitas Bakal Calon Presiden (Bacapres) dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, unggul di kalangan milenial (usia 25-39 tahun) dan Generasi Z (usia 17-24 tahun).

Menurut peneliti senior Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Imam, elektabilitas Ganjar mencapai 39,90 persen di kalangan milenial dan 42,40 persen di kalangan Gen Z. Keunggulan ini didorong oleh keaktifan Ganjar dalam media sosial dan gaya kampanye yang ramah terhadap masyarakat.

“Cara kampanye Ganjar lebih diterima di kalangan milenial dan Gen Z karena Ganjar lebih aktif di media sosial. Aktif dan bahasanya membumi,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (8/9).

Ia juga menyoroti konten yang disampaikan Ganjar di akun media sosial pribadinya, yang mendapatkan perhatian khusus dari kalangan milenial dan Gen Z. Pendekatan Ganjar dalam media sosial dinilai sebagai daya tarik bagi kedua kelompok tersebut.

Arif juga membandingkan Ganjar dengan Ridwan Kamil (RK), yang memiliki pengaruh di kalangan milenial dan Gen Z.

“Namun RK bukan tokoh potensial yang maju sebagai capres. Karena itu, dibandingkan Prabowo dan Anies, Ganjar jauh lebih aktif dan atraktif di medsos,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemilih milenial dan Gen Z di Pemilu 2024 diperkirakan akan mencapai 56 persen dari total suara, sehingga suara dari kedua kelompok ini menjadi sangat penting bagi para kandidat.

Hasil survei Ipsos menunjukkan elektabilitas Ganjar Pranowo unggul di kalangan Gen Z (usia 17-24 tahun) sebesar 42,40 persen, sementara Prabowo Subianto mencapai 41,6 persen, dan Anies Baswedan 16 persen. Di kalangan milenial (usia 25-39 tahun), Ganjar masih memimpin dengan 39,90 persen, diikuti oleh Prabowo dengan 35,71 persen, dan Anies Baswedan dengan 24,38 persen.

Survei Ipsos dilakukan dari tanggal 22 hingga 27 Agustus 2023 di 24 provinsi, mencakup daerah perkotaan dan perdesaan. Metode survei ini menggunakan wawancara tatap muka dengan 1.200 responden dan aplikasi Ipsos Ifield yang merupakan sistem wawancara berbantu komputer secara personal (CAPI). Survei ini memiliki margin of error ±2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Artikel ini ditulis oleh: