Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh mengakui adanya pertemuan dengan Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho dan Wakilnya, Tengku Erry Nuradi, di kantor DPP Nasdem, Jakarta.

Paloh mengatakan, bahwa pertemuan tersebut diinisiasi oleh mantan Ketua Dewan Mahkamah Partai Nasdem, OC Kaligis. Dia diminta untuk menerima kedatangan Gubernur Sumut. Belakangan, OC Kaligis dan Gatot Pujo dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sebetunya sayang sekali, sayang seakan saya bela diri. Lihat mata saya, apa simpan kebohongan atau tidak? Sebuah permohonan menghadap yang dimintakan Ketua Mahkamah OC Kaligis, yang meminta saya untuk menerima Gubernur Sumut Gatot,” jelas Paloh, di Jakarta, Kamis (1/10).

Dia mengaku, saat itu diminta oleh OC Kaligis untuk mendamaikan hubungan antara Gatot dan Erry. “Saya tanya apa sebenarnya? Apa yang diinginkan? ‘Anda (OC Kaligis) sebagai senior dari mereka ke mereka berdua’. Wakilnya, Erry, Ketua Nasdem Sumut komunikasi mereka (Gatot dan Erry) tidak baik,” kata dia.

Saat bertemu dengan Gatot dan Erry, dia menanyakan apa sebenarnya yang terjadi antara keduanya. Paloh katakan, bahwa pada saat pertemuan dirinya yang memang aktif berbicara. Dia juga sempat memberi nasihat kepada Gatot dan Erry.

“Dibicarakan keluhan pak Gatot. Pertama bagaimana kurang harmonis hubungan, dan keluhan bung Erry, dan siapa bicara? Saya, OC Kaligis tidak bicara. Saya bicara sederhana. ‘Saya kakak kalian (Gatot dan Erry), kalau koordinasi tidak kuat, tidak bisa mengatur agar efektivitas bagus. Bukan kalian saja rugi, rakyat juga rugi. Berikan saya kebanggaan,” terang Paloh.

Namun demikian, ketika disinggung masalah ‘pengamanan’ Gatot di kasus korupsi dana Bansos, pentolan Partai Nasdem itu membantahnya. Dia pun bersedia jikalau harus mengulang kembali bagaimana dan apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

“Adakah bantu soal perkara? Satu kalimat, tidak ada. Itulah kebenaran kesaksian penuh. Malam ini baik, kalau perlu, diperlukan rekonstruksi ulang, kapan? Karena kebenaran, bisakah orang tidak punya nilai kebenaran? Bicara seperti ini challenge? Saya kira tidak,” tegasnya.

Seperti diketahui, pertemuan antara Paloh, Gatot, Erry dan OC Kaligis di DPP Partai Nasdem tengah menjadi perbincangan hangat. Bukan soal islah antara Gatot dan Erry yang membuat pertemuan itu menjadi menarik untuk ditelusuri.

Yang jadi sorotan ialah mengenai kabar, bahwa dengan adanya pertemuan tersebut nama Gatot di kasus Bansos, yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung, menjadi ‘aman’. Pasalnya, menurut istri Gatot, Evy Susanti, selama satu bulan usai pertemuan tersebut suaminya tidak lagi diperiksa oleh penyidik Kejagung ihwal kasus Bansos.

Menurut Evy, Gatot sudah ditetapkan oleh Kejagung sebagai tersangka di kasus dugaan korupsi dana Bansos milik Pemprov Sumut. Hal itu dia ketahui, saat membaca surat panggilan pemeriksaan untuk Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut, Ahmad Fuad Lubis dan Pelaksan Tugas (Plt) Sekda Pemprov Sumut, Sabrina.

Dalam surat panggilan pemeriksaan itu, tertulis bahwa Fuad dan Sabrina akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gatot. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa terdapat pertemuan di DPP Partai Nasdem, melalui OC Kaligis yang juga dikontrak oleh Gatot untuk menjadi pengacaranya.

Menurut dokumen yang didapat Aktual.com, Gatot dan Evy setuju mengenai pertemuan tersebut, lantaran keduanya beranggapan bahwa Surya Paloh bisa membantu ‘mengamankan’ kasus Bansos itu.

()

(Nebby)