Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, bersama stafnya Sunny Tanuwidjaja, tampil bersaksi di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Senin (25/7/2016). Ahok dan Sunny bersaksi untuk terdakwa mantan Presiden Direktur Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dan Trinanda Prihantoro, dalam kasus suap terkait rancangan peraturan daerah (Raperda).

Jakarta, Aktual.com – Politisi Gerindra DKI Jakarta, Syarif mengakui bahwa Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sangat piawai dalam mem-brain wash ‘mencuci otak’ terutama terhadap para pendukung yang tergabung di Teman Ahok. Sehingga, membuat Teman Ahok yang diisi anak-anak muda mengikuti apapun sikap Ahok.

“Ahok berhasil mem-brain wash teman Ahok. Contoh di kasus UPS (Pembahasan APBD DKI Jakarta, 2014). Kita lihat sampai saat ini, baru anak buah Ahok tuh yang jadi tersangka,” ucap Syarif dalam diskusi bertajuk ‘KTP Untuk Teman Parpol’ di Cikini, Jakarta, Sabtu (30/7).

Dikasus UPS itu, sambung Syarif, dijadikan nilai jual dengan menyudutkan partai politik sekaligus politisnya. Efeknya, kata dia, publik disibukkan dengan isu korupsi yang belum jelas kebenarannya, sehingga warga Jakarta tidak punya waktu untuk melihat pembangunan Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok.

“Yang ditampilkan adalah pencitraan, karena media darling. Keberhasilannya dimana, orang ngebangun pake CSR kok,”sebutnya.

Karena itu, Syarif mengajak agar para Teman Ahok sadar dan melihat kenyataan kondisi Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok

“Coba lihat sekolah-sekolah dari 2014 mangkrak. Karena apa? Serapan anggarannya rendah. Itu harus tahu,” pungkas dia. (Novrizal Sikumbang)

(Andy Abdul Hamid)