Pengasuh Masjid dan Madrasah Arraudhah KH Asyari Tafsir berbincang dengan Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr Al Hasani saat mengikuti acara Majelis Ijazah Shalawat, Tahlil dan HaflahMaulid Akbar Nabi Muhammad SAW di Masjid Arraudhah, Desa Tambakasri, Tangkil, Tajinan, Malang, Jawa Timur, Jumat (27/1/2017). Dalam kesempatan tersebut, Syekh Yusri menjelaskan secara rinci Shalawat Yusriah, dimana Shalawat tersebut merupakan ilham yang beliau dapatkan saat melaksanakan ibadah umroh pada tahun 1432 H. AKTUAL/Tino Oktaviano
Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr Al Hasani memberikan tauyiah di acara Majelis Ijazah Shalawat, Tahlil dan HaflahMaulid Akbar Nabi Muhammad SAW di Masjid Arraudhah, Desa Tambakasri, Tangkil, Tajinan, Malang, Jawa Timur, Jumat (27/1/2017). Dalam kesempatan tersebut, Syekh Yusri menjelaskan secara rinci Shalawat Yusriah, dimana Shalawat tersebut merupakan ilham yang beliau dapatkan saat melaksanakan ibadah umroh pada tahun 1432 H. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Maulana Syekh Assyarif Yusri Rusydi Sayid Jabr Al Hasani mengatakan bahwa umat Nabi Muhammad SAW itu hanya ada sekitar 15 persen saja yang benar-benar menjadi pemilik pengetahuan dan menjadi kekuatan dalam penyebaran Islam di Dunia.

Dalam tausiahnya di Majelis Zawiyah Arraudah Ihsan Foundation, Tebet Barat VIII 50, Jakarta Selatan, Minggu (29/1), Syekh Yusri merujuk Kitab Al I’lam.

“Yaitu mereka yang tidak menjadikan pertumpahan darah dan menyebarkan fitnah diantara umat Islam dan tidak menunjukkan pada sebuah kehancuran dan mereka bukan orang-orang senantiasa mengeluarkan kata-kata yang tidak beradab, kasar, kotor, untuk umat Islam bukan untuk golongannya sendiri saja,” tambah Syek Yusri.

Ia mengumpamakan para Wali Allah SWT itu seperti santri (murid) di sebuah madrasah. Dimana hanya ada sekitar 10 persen yang benar-benar menuntut ilmu pengetahuan secara benar dan baik. Tetapi, diantara mereka itu yang membuat santri baru untuk datang dan belajar di madrasah tersebut.

Masih dikatakan Syekh Yusri, Wali Allah yang ada 124 ribu itu ada dimana-mana dan tidak hanya berada di negara-negara tertentu. Wali Allah ada di Singapura, Indonesia, Cina dan lainnya.

“Bahkan di Amerika pun atau di tengah-tengah orang Yahudi pun ada Wali di antara kelompok Yahudi,” papar dia.

Disampaikan pula bahwa kebanyakan Wali Allah berada di Madinah dan itu dari dulu. Dalam suatu kesempatan, pernah salah satu Wali ‘merasa’ keberadaan Wali Allah di Madinah dari waktu ke waktu jumlahnya semakin sedikit.

“Namun ketika sholat, ia mendapatkan ilham bahwasannya Wali yang berada dalam satu shaf beliau (wali) sholat ada 12. Jadi tetap banyak karena di Madinah merupakan tempat berkumpulnya para auliya,” demikian Syekh Yusri.

(Novrizal Sikumbang)

()