Jakarta, aktual.com – Anak merupakan amanah dari Allah swt, sehingga orang tua harus betul-betul menjaga amanah tersebut dengan baik, diantara tugas orang tua terhadap anaknya adalah mendidik, dengan pendidikan yang sebaik-baiknya.

Sebaik-baiknya cara untuk mendidik anak adalah pendidikan bertahap yang diajarkan oleh para ulama yang bersumber dari rasulullah saw.

Sedangkan tahapan mendidik anak menurut Al-Habib Umar bin Salim Bin Hafizh di dalam bukunya Aku Diutus Menyempurnakan Akhlak, diantaranya adalah:

Pertama dengan niat baik kepada anak yaitu niat menjadikan anak sebagai orang yang dekat dengan Allah swt dan anak yang shalih, karena sebagian manusia lupa dengan dengan niat baik tersebut, yang di ingat adalah harapan kepada anak agar menjadi orang kaya yang nanti akan memberi harta kepadanya.

Kedua ketika seorang anak masih dalam kandungan, jangan sampai calon ibu tersebut memakan makanan yang haram, jangan mendengarkan suara yang tidak layak didengar tetapi dengarkan al-Qur’an, dzikir dan suara yang baik menurut syariat.

Ketiga ketika anak sudah lahir maka azani telinganya yang sebelah kanan dan ikamahi telinganya yang sebelah kiri, agar pertama yang masuk pada pendengaran seorang anak adalah nama Allah dan rasulu-Nya, kemudian berikan nama yang baik, sesuai anjuran nabi Muhammad saw, carilah orang shalih untuk mentahniknya (mengunyah sesuatu kemudian meletakkan/memasukkannya ke mulut bayi), untuk memandangnya sekaligus mendoakannya dan ketika anak itu disusui hendaklah di iringi dengan dzikir agar cahaya dzikir itu larut bersama air susu tersebut.

Keempat ketika usia tamyiz (bisa membedakan sesuatu) berikan pengetahuan tentang Allah dan rasul-Nya, mengajari shalat dan hukum-hukum bagi seorang yang sudah balig, sehingg sebelum balig ia sudah bisa mengerjakan shalat dengan benar serta tahu hukum-hukum Allah swt, dan membiasakan untuk menjalankan adan-adab nabi Muhammad saw dihadapannya, seperti doa sebelum makan, agar anak tersebut tubuh dengan budi pekerti yang luhur.

Kelima adalah pilihkan pengajar yang baik atau guru yang shalih dan pilihkan teman yang baik serta peringati dan jauhkan dari teman yang buruk.

jika lima tahapan ini dijalankan maka insya Allah seorang anak akan menjadi shalih, sehingga ia akan menjadi kebaikan bagi orang tuanya dan keluarganya, dan efeknya adalah kebaikan masyarakat, kebaikna masyarakat merupakan kebaiakan untuk negara. [Eko Priyanto]

 

(Zaenal Arifin)