Terlihat personel anggota Kepolisian bersenjatakan lengkap melakukan pengamanan di sekitar lokasi bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017), malam. Dalam ledakan bom yang berada di Terminal Kampung Melayu mengakibatkan korban tewas akibat bom di Kampung Melayu sebanyak 5 orang. Dua orang yang tewas diduga pelaku, 3 orang lainnya adalah personel Polri. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Anggota Detasemen 88 Antiteror (Densus 88 AT) Polri menangkap K saat bersama pria berinisial R alias B terkait bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta Timur.

“Saat itu, K membonceng R,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Jakarta, Minggu (28/5).

Setyo mengungkapkan K dan R diduga memiliki kaitan dengan salah satu pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu berinisial AS.

Setyo menuturkan petugas Densus 88 AT Polri mengamankan K dan R di kawasan Cibubur Jawa Barat pada Sabtu (27/5).

Petugas mendalami dugaan keterkaitan R dan K dengan jaringan pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu.

Kedua terduga jaringan teroris itu sempat menyerahkan sesuatu kepada AS sehari sebelum terjadi peristiwa ledakan bom di Kampung Melayu pada Rabu (24/5).

Petugas memeriksa intensif R dan K di Markas Korps Brimob Polri Kelapa Dua Depok Jawa Barat, serta menyita barang bukti dua unit telepon selular, uang tunai Rp1,8 juta, dompet dan BPKB sepeda motor.

ANT

(Antara)

(Arbie Marwan)