Ketua Umum Golkar Setya Novanto beserta Istri Deisti Astriani Tagor dan jajaran pengurus golkar Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Korbid Kesra DPP Golkar Roem Kono, Kabid Media dan Penggalangan Opini DPP PG Nurul Arifin, Kabid SDA dan Lingkungan Hidup Satya Widya Yudha dan anggota Komisi XI DPR RI M. Misbakhun, berziarah ke Makam Presiden Ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Jawa Timur, Minggu (3/7). Novanto juga menemui pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang yang juga tokoh NU, KH. Salahudin Wahid atau Gus Sholah untuk bersilaturahmi disela safari ramadan partai golkar. AKTUAL/WARNOTO

Jakarta, Aktual.com-Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengungkapkan keprihatinannya terkait insiden ledakan yang diduga bom bunuh diri di tiga kota di Arab Saudi, yakni Madinah, Qatif dan Jeddah, Senin malam (4/7).

Sebagai umat muslim dirinya turut merasakan duka mendalam karena ledakan tersebut terjadi pada bulan suci Ramadhan, apalagi menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah.

“Saya sangat mengecam aksi-aksi biadab seperti ini, terlebih lagi aksi pemboman pertama terjadi di pos keamanan yang berada disekitar Masjid Nabawi yang dibangun pada abad ke-7 oleh Nabi Muhammad SAW di kota Madinah,” ujar Novanto di Jakarta, Selasa (5/7).

“Madinah merupakan kota suci kedua setelah Mekkah, tempat dimakamkannya Baginda Rasulullah Muhammad SAW,” sambung pria yang akrab disapa Setnov ini.

Setnov mengatakan dari kabar yang ia dengar, insiden bom tersebut sedikitnya telah menewaskan 3 orang serta melukai beberapa orang lainnya. Aksi terorisme ini tentunya membuat situasi di Madinah menjadi tidak kondusif.

“Padahal, minggu lalu saya beserta istri dan beberapa kader Partai Golkar yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat melaksanakan ibadah umroh, juga mengunjungi kota Madinah dan merasakan sendiri suasana Kota Madinah yang sangat tenang, nyaman dan aman. Sehingga seluruh umat Islam dunia disana, tentunya sangat khusyuk saat melakukan ibadah disana,” ungkap Setnov yang baru saja menjalankan ibadah Umrah.

“Saya mendengar info, jika bom kedua dan ketiga terjadi di Kota Qatif dan Jeddah, tepat saat berbuka puasa, dimana banyak sekali umat Islam dunia yang berada disana,” tambahnya.

Setnov menegaskan aksi pemboman sadis ini, merupakan tindakan yang diluar akal sehat dan sangat jauh dari nilai-nilai keagamaan. Sehingga ia meminta agar peristiwa ini tidak dikaitkan dengan sentimen keagamaan.

Bentuk terorisme ini, lanjut dia, sebenarnya ditujukan kepada seluruh masyarakat dunia. Masyarakat dunia tentu mengecam perbuatan keji ini karena apa pun alasannya, kekerasan bukanlah solusi penyelesaian masalah. Kekerasan tak pernah jadi pilihan sebuah agama untuk menjalankan ajaran dan mencapai misi.

“Untuk itu saya mendukung upaya aparat internasional memerangi terorisme, dan untuk melakukan ini tentu diperlukan usaha ekstra dan dukungan kita semua,” kata Ketua Fraksi Golkar di DPR itu.

Setnov berharap agar warga negara Indonesia khususnya yang berada di 3 lokasi tersebut untuk tidak panik apalagi terpancing dengan peristiwa ini. Sebab, kata dia, sudah kewajiban sebagai anak bangsa untuk ikut menjaga keharmonisan dan kerukunan umat beragama.

“Saya berharap pihak Kedutaan dan Konjen RI di Arab Saudi untuk mendata seluruh WNI dan memberikan arahan serta perlindungan kepada seluruh WNI di sana,”

“Saya juga berharap peristiwa memilukan ini tidak terjadi lagi di masa datang, baik diluar negeri maupun di dalam negeri, dan untuk itu kita perlu terus mendukung upaya internasional memerangi terorisme,” pungkas dia.

()