Seorang karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/3). IHSG pada perdagangan Senin (28/3) ditutup melemah 53,4 poin atau 1,11 persen ke level 4.773,6. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/16.

Jakarta, Aktual.com – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan di pasa valuta asing awal pekan ini masih dibayangi pelemahan.

Hal ini terjadi karena beberapa mata uang asing menguat, sehingga kian menekan pergerakan rupiah.

Menurut analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, meski Euro Central Bank (ECB) tidak melakukan perubahan terhadap tingkat suku bunganya, tapi terlihat nilai tukar EUR terhadap USD tetap bergerak konsolidasi di level 1,103.

“Hal ini telah membuat laju Rupiah pun terimbas penguatan laju USD yang membuatnya cenderung berada di zona merah meski tipis,” ungkap Reza dalam analisis hariannya, Senin (25/7).

Memang dengan dirilisnyna UK Flash Services menjadi 47,4 (vs 48,9) membuat mata uang poundsterling (GBP) juga mengalami tekan dari aksi jual. Sehingga, GBP terlihat melemah -0,43% terhadap USD.

“Tapi di satu sisi, justru Yen bergerak menguat setelah ekspektasi pelaku pasar terkait adanya stimulus dari Bank of Japan (BoJ) yang kembali mereda,” paparnya.

Sebelumnya, pihak NH Korindo memang menyampaikan bahwa Bank Indonesia (BI) yang menetapkan tingkat acuan suku bunga sebesar 6,5% cukup direspon positif oleh para pelaku pasar. Kendati memang, belum mampu mendongkrak pergerakan Rupiah terhadap USD.

“Apalagi di tengah masih adanya potensi pelemahan pada EUR, GBP, dan Yen, dapat membuat laju Rupiah kembali kian tertekan,” tegas Reza.

Ditambah lagi dengan belum adanya sentimen positif dari dalam negeri akan membawa rupiah cenderung terkonsolidasi atau melemah sementara.

Terlebih, lagi-lagi faktanya, rilis BI yang memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga di level 6,5% tidak banyak direspon pelaku pasar, sehingga membuat laju Rupiah tertekan di akhir pekan kemarin.

“Sehingga pada perdagangan hari ini, support rupiah akan berada di level 13.155, dan resisten rupiah akan si kisaran 13.060,” pungkas Reza.

 

Laporan: Bustomi

()