Jakarta, Aktual.com – Pemimpin harus lebih dahulu mencintai rakyatnya jika ia ingin dicintai oleh rakyat. Demikian sepenggal pesan dari Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, menanggapi hiruk pikuk jelang Pilkada Serentak 2017.

Pemimpin harus mengajari dan memberi pemahaman kepada rakyatnya secara baik-baik, dan bukan dengan memaki.

“Siapapun pemimpin di Jakarta atau daerah mana, harus belajar mencintai rakyat, jangan maki-maki rakyat. Kalau rakyat tidak mengerti‎ ya diajari, rakyat kurang paham ya dikasih tahu,” ujar Rizal di NTT, Minggu (26/6).

Dirinya memberi contoh calon presiden AS dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, yang kerap memberi kritik namun tak sampai melukai rakyat AS.

“Di Amerika, Bernie Sanders kampanye mengkritik elite, mengkritik status quo, tetapi rakyat, anak muda, mendukung Bernie Sanders. (Donald) Tramp mengkritik elite, kontroversial, kasar, tapi dia tidak pernah maki-maki rakyatnya,” jelas Rizal.

Selain itu, Rizal mengambil contoh tokoh dalam negeri yang tidak lain adalah mantan Gubernur DKI Ali Sadikin. Menurutnya, sifat tegas dan kontoroversi Ali yang tak pernah memancing kegaduhan terkait etnis dan agama, dapat dijadikan contoh model oleh calon kepala daerah.

“Bang Ali itu termasuk pemimpin hebat yang saya kagumi di Jakarta. Orangnya tegas, keras, ngomong apa adanya, langkahnya banyak yang kontroversial. Tetapi tidak menimbulkan kontroversial dan antagonisme soal agama dan etnis,” ungkapnya.

kerukunan dan keutuhan bangsa, sambung Rizal, harus bisa dijaga oleh calon kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada serentak tahap kedua mendatang.

“Coba lihat Lebanon 1960, negara paling makmur, paling bagus. Begitu ada masalah agama, sampai sekarang perang tidak habis-habis. Ekonominya makin lama makin hancur,”

“Tolong jaga negara ini. Jangan pancing kemarahan‎ dan antagonisme agama. Mari kita jaga dan rawat negara Pancasila ini.”

()