Jakarta, aktual.com – Sebanyak tiga calon jemaah haji di Embarkasi Pondok Gede Jakarta Timur, terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci Makkah karena sakit dan dalam kondisi hamil.

“Kloter pertama itu sakit hingga sekarang masih dirawat dan kloter dua diketahui hamil sehingga harus menunda keberangkatannya,” kata Ketua panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Embarkasi Pondok Gede, Saiful Mujab di Jakarta, Senin (8/7).

Ia menjelaskan kondisi jemaah haji yang hamil asal Kota Tangerang, Provinsi Banten tersebut dalam kategori rawan sehingga dikhawatirkan terjadi hal buruk bagi kandungannya jika tetap berangkat.

Sedangkan untuk calon jemaah haji kloter tiga yang baru saja datang hari ini dari daerah Jakarta Pusat belum ada ditemukan mengidap penyakit tertentu. Kedua calon jemaah itu hingga kini belum diketahui pasti kapan akan diberangkatkan.

“Untuk kloter tiga sampai saat ini belum ada laporan karena masih proses penerimaan,” ujar dia.

Total 783 calon jemaah haji beserta petugas dari Provinsi DKI dan Provinsi Banten telah diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah. Sedangkan untuk kloter tiga dari Jakarta Pusat yang berjumlah 393 dijadwalkan berangkat pada Selasa (9/7) dari Bandara Soekarno-Hatta.

Para calon jemaah haji kloter tiga rencananya diberangkatkan dari Embarkasi Pondok Gede enam jam sebelum keberangkatan pesawat. Hal itu ditujukan untuk menghindari kemacetan dan hal lainnya.

Masing-masing kloter kata dia, akan didampingi lima orang petugas untuk membantu segala kebutuhan para calon jemaah haji di Tanah Suci Makkah.

Ia mengatakan terdapat sistem baru di Embarkasi Pondok Gede, setiap calon jemaah haji harus mengumpulkan tas dan hanya tas paspor yang dibolehkan dibawa. Setelah itu mereka melakukan tes kesehatan.

Kemudian, para calon jemaah haji mendapatkan ‘living cost’, gelang identitas dan diarahkan ke tempat penginapan untuk pemantapan manasik haji termasuk panitia PPIH.

Para calon jemaah haji juga diberikan pemantapan organisasi oleh ketua kloter termasuk cek kesehatan. Untuk fasilitas yang diberikan yaitu makan tiga kali sehari dan dua kali makanan ringan.

Ant.

(Zaenal Arifin)