Jakarta, Aktual.com – TNI Angkatan Udara harus berperan aktif dalam mengantisipasi terjadinya perang siber atau “cyber war” yang dapat mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“TNI Angkatan Udara tidak hanya dituntut profesional dan mahir dalam menggunakan alutsista, tetapi juga harus memiliki kemampuan yang andal dalam menghadapi ancaman di dunia maya (cyber space),” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Rabu (14/11).

KSAU mengemukakan itu dalam sambutannya, di Seminar Nasional Passis Sekkau A-104, dengan tema “Cyber Warfare, Dimensi Baru Perang Dunia”, di Kampus Sekolah Komando Kesatuan TNI AU (Sekkau), Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu.

Yuyu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Pengamanan (Aspam) KSAU Marsda TNI Dwi Fajariyanto, menyebutkan perang dunia maya atau “cyber warfare” merupakan suatu bentuk ancaman sekaligus tantangan baru yang hendaknya dapat disikapi dengan penuh kewaspadaan dan antisipasi secara dini agar tidak terjadi kerawanan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Menurut dia, perang siber menggunakan komputer dan internet dengan memanfaatkan dunia maya melakukan penetrasi terhadap jaringan komputer negara lain dengan tujuan menyerang sistem informasi lawannya.

(Andy Abdul Hamid)