San Fransisco, Aktual.com – Twitter memblokir jaringan akun yang diklaim dimiliki pendukung Donald Trump dan kampanye pemilihan ulang warga kulit hitam karena spam dan manipulasi platform.

Perusahaan sedang menyelidiki aktivitas tersebut dan dapat memblokir akun serupa lainnya jika mereka ditemukan melanggar kebijakannya, kata seorang juru bicara Selasa (13/10).

The Washington Post pertama kali melaporkan penyelidikan tersebut, mengutip lebih dari selusin akun menggunakan bahasa identik dan tidak autentik termasuk frasa: “YA, SAYA KULIT HITAM DAN SAYA PILIH TRUMP!!!”.

Pantauan atas beberapa akun yang diblokir tersebut menunjukkan mereka banyak menggunakan gambar curian agar terlihat nyata. Akun tersebut terkadang diklaim sebagai milik veteran militer atau anggota penegak hukum, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (14/10).

Ini bukan pertama kalinya Twitter menangani operasi spam yang mengklaim dipimpin para pemilih kulit hitam. NBC News juga melaporkan operasi spam dari akun palsu yang menyamar sebagai pendukung Black Trump pada Agustus.

Beberapa akun mampu menarik ribuan pengikut sebelum diblokir. Satu tweet, misalnya, mengumpulkan lebih dari 10.000 retweet sebelum dihapus, yang diungkap NBC News. Akun lain diduga menggunakan foto seorang veteran yang meninggal bulan lalu untuk menyamar sebagai pendukung Trump.

Jajak pendapat menunjukkan sekitar 10% pemilih kulit hitam di AS mendukung Trump. Akun-akun ini menimbulkan kecurigaan karena bahasa dan gambar avatar mereka yang identik.

Peraturan Twitter melarang penggunaan platform “dengan cara yang dimaksudkan untuk memperkuat atau menyembunyikan informasi atau terlibat dalam perilaku yang memanipulasi atau mengganggu pengalaman orang di Twitter”, kata juru bicara Twitter kepada Guardian.(RRI)

(Warto'i)