Kuala Lumpur, Aktual.com – UMNO resmi menarik dukungannya kepada Perdana Menteri Mahiaddin Yassin dan pemerintahan Perikatan Nasional, Selasa (3/8) sore. Pernyataan penarikan dukungan tersebut disampaikan langsung Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi.

“Surat Pernyataan Anggota Parlemen UMNO dengan jumlah yang cukup untuk menyatakan penarikan dukungan bagi Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri telah disampaikan kepada Yang Mulia Yang di-Pertuan Agong, sehingga menunjukkan bahwa kepemimpinannya telah kehilangan mayoritas dan legitimasinya sebagai Kepala Pemerintahan,” kata Zahid dalam keterangan tertulisnya.

UMNO pun mendesak Muhyiddin Yassin mempertanggungjawabkan kegagalannya dengan cara mengundurkan diri dari kursi Perdana Menteri.

“Muhyiddin Yassin harus bertanggung jawab atas kegagalan dan wanprestasi pemerintahannya yang bertentangan dengan perintah Yang di-Pertuan Agong dengan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri dengan hormat,” tegas Zahid.

Meskipun demikian, sesuai pengakuan Zahid, baru 11 anggota parlemen UMNO yang menarik dukungan dari parlemen. Masih ada 25 anggota parlemen UMNO yang kebetulan bergabung dalam kabinet Perikatan Nasional pimpinan Mahiaddin Yassin, belum menyatakan sikap secara terbuka terkait penarikan dukungan ini.

Secara akumulatif, penarikan 11 dukungan ini tentu memastikan hilangnya dukungan mayoritas bagi PM Mahiaddin di parlemen. Sebab dengan beralihnya dukungan tersebut, pemerintahan PM Mahiaddin tidak lagi memiliki keabsahan pemerintahan.

Tak ayal, secara statistik, pendukung pemerintahan PM Mahiaddin kini diyakini tinggal 92 orang. Sebaliknya dengan sikap UMNO, pendukung mosi tidak percaya atas PM Mahiaddin berjumlah 116 anggota parlemen. Dengan demikian, pemerintahan Mahiaddin Yassin pun diyakini tidak memiliki legitimasi untuk memerintah alias sudah jatuh di tengah jalan.

(Megel Jekson)