Jakarta, Aktual.com – Perusahaan konsumer, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengemukakan bahwa secara historis permintaan di pasar atas barang saat bulan puasa dan Lebaran meningkat sekitar 5 persen .

“Kami berharap bisa merealisasikan penjualan dengan kenaikan di atas pasar,” ujar Presiden Direktur UNVR, Hemant Bakshi di Jakarta, Selasa (14/6).

Biasanya, lanjut dia, momen penjualan mulai dari sebelum puasa hingga usai Lebaran berkontribusi sebesar 27 persen terhadap total penjualan setahun. Perseroan akan berupaya untuk memaksimalkan sejalan dengan keyakinan perekonomian mulai pulih.

“Kondisi ekonomi sudah mulai stabil, proses ‘recovery’ juga dirasa terus mengalami kemajuan. Meskipun terlalu dini untuk mengatakan sudah pulih,” katanya.

Dari indikator kuantitatif, ia mengemukakan bahwa pada kuartal pertama 2016 sudah terjadi perbaikan di pasar. Penjualannya tumbuh 6,1 persen menjadi Rp10,0 triliun secara tahunan dan naik 11,8 persen secara kuartalan.

Ia menambahkan bahwa belanja modal perseroan juga meningkat pada kuartal pertama tahun ini mencapai sebesar Rp340 miliar naik dari Rp226 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, itu sebagai tanda optimisme akan perbaikan ekonomi. Sepanjang tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp2 triliun.

Hemant Bakshi memberikan sinyal bahwa Unilever akan memperbesar porsi bisnis makananan dan minuman atau “food and beverage” (F&B) mengingat kebutuhan masyarakat terhadap F&B terus meningkat.

“Kami yakin F&B peluangnya sangat besar ke depan dan akan terus tumbuh,” ucapnya.

VP Governance & Corporate Affairs Unilever, Sancoyo Antarikso mengatakan bahwa pada 2015, telah melakukan tiga tahap kenaikan harga dengan total kenaikan sebesar 3 persen.

“Untuk tahun ini kita belum bisa perkirakan seperti apa. Tergantung banyak faktor. Kurs yang bisa berdampak ke ‘pressure cost’, kompetisi di pasar, dan beberapa faktor lainnya,” katanya.

(Antara)

(Eka)