Jakarta, Aktual.com — Peredaran uang palsu (upal) terus meningkat, tahun ini rasio uang palsu mencapai 15 lembar per sejuta lembar. Parahnya, uang palsu pun kerap didapatkan usai menarik dana di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Corporat Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas mengatakan Bank Mandiri selalu memberikan kontrol kepada nasabah dalam melakukan transaksi. Termasuk pendistribusian uang tunai di ATM untuk mencegah penyebaran uang palsu.

“Kami mewajibkan setiap rekanan kerja yang mendistribusikan uang di ATM untuk juga melakukan shortir terhadap uang yang akan didsitribusikan, sehingga semua uang di ATM Bank Mandiri dalam kondisi layak dan terhindar dari uang palsu,” ujar Rohan kepada Aktual.com, Rabu (29/7).

Lebih lanjut dikatakan dia, jika nasabah menemukan uang palsu dalam ATM Bank Mandiri dapat segera menghubungi call center atau lapor ke pihak Kepolisian terdekat.

“Pengawasan kami terhadap uang palsu sangat ketat, tapi jika memang ditemukan bisa langsung hubungi call center kami 24 jam di 14000, bisa juga lapor ke pihak Polisi,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Peter Jacobs menghimbau masyarakat untuk lebih teliti pada setiap uang yang diterima. Menurutnya, cara 3D (dilihat, diraba, dan diterawang) bisa menjadi salah satu penilaian apakah uang tersebut asli atau tidak.

“Dari beberapa kasus kami lihat kepalsuannya mudah dikenali. Namun, jika memang masih ragu bisa segera lapor ke BI, bank terkait, atau Kepolisian,” pungkas Peter.

()

(Eka)