Jakarta, Aktual.com – PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) sebagai induk dari PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang memiliki brand televisi ANTV dan tvOne menargetkan pertumbuhan pendapatan di 2018 ini bisa tumbuh positif yaitu bisa bertumbuh dua kali lipat dari pertumbuhan industri televisi Free to Air (TV-FTA).

Menurut Presiden Direktur VIVA, Anindya N Bakrie, saat ini pertumbuhan pendapatan pada industri TV-FTA di 2017 memang menurun menjadi 2,3 persen. Namun begitu perseroan tetap yakin bisa terus berkibar mengingat kinerja tahun lalu juga positif.

“Tahun ini kami menargetkan revenue sebesar dua kali lipat dari industri, karena kami akan meningkatkan market share,” ujar dia di Jakarta, Selasa (26/6).

Dia menegaskan, sepanjang 2017, perseroan telah mampu mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan pangsa pasar tercepat dibanding televisi lainnya di Tanah Air.

“Kinerja positif ini terjadi di tengah kondisi sulit bagi pertumbuhan pendapatan secara industri,” ungkap dia.

Dia mengklaim, selama 2011-2017, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan TV Share sebesar 94 persen. “Kontribusi terbesar pertumbuhan VIVA di 2017 adalah ANTV sebagai televisi hiburan, tvOne berhasil mempertahankan status sebagai stasiun televisi berita dan olahraga nomor satu,” tuturnya.

Anindya menyatakan, laju pertumbuhan majemuk (CAGR) VIVA pada 2015-2017 sebesar 14,7 persen atau melampaui industri media. Dia mengatakan, pada 2017 laba bersih VIVA sebesar Rp151,7 miliar. “Sementara pada Kuartal I-2018, VIVA membukukan pendapatan Rp625,6 miliar,” ucap Anindya.

Lebih lanjut dia menambahkan, pada tahun ini perseroan tidak membagikan dividen dari perolehan laba bersih 2017. “Tetapi, selama empat tahun terakhir MDIA membagikan dividen. Nantinya, VIVA akan mengikuti MDIA dalam waktu dekat ini,” dia menegaskan.

()