JAKARTA, Aktual.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi, meminta Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) untuk mengambil peran dalam pengembangan UMKM.

Hal ini dikatakan Mulyadi saat memberi sambutan pada acara Musyawarah Daerah (Musda) ke-1 DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kaltim di Swiss Bethotel, Balikpapan, akhir pekan kemarin.

Penting juga dilakukan yaitu melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Ia mencontohkan Nita Yudi, Ketua Umum DPP IWAPI yang menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian, di antara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Kunci meraih kesuksesan adalah melakukan komunikasi yang baik, lalu bekerja sama, berkolaborasi. Bekerja dengan cinta, jadikan semua sahabat dan teman,” ucap H. Hadi Mulyadi.

Hadi Mulyadi menambahkan, diharapkan di tengah Pandemi COVID-19,  IWAPI Kaltim, dapat terus bekerjasama dengan semua pihak dalam membina UMKM dan membangun  perekonomian Kaltim.

“Atas nama Pemprov Kaltim, saya ucapkan selamat melaksanakan Musda IWAPI, sebagai upaya revitalisasi organisasi, mematangkan program kerja, sehingga dapat terus berkarya untuk bersama-sama membangun Kaltim yang berdaulat,” ucapnya.

Katanya lagi, sebagai kumpulan wanita pengusaha Indonesia, IWAPI memiliki  misi untuk memberdayakan dan memperkuat wanita di UMKM, juga harus mampu menjadi agen perubahan untuk diri sendiri, sehingga dapat menjadi pengusaha  yang lebih baik.

“Oleh karena itu, melalui Musda  ini, IWAPI Kaltim dapat menyatukan persepsi, membuat berbagai program dalam upaya mengelola sumber daya yang dimiliki, khususnya dalam memajukan UMKM, maupun bidang perekonomian dan usaha-usaha lainnya di Kaltim,” tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Nita Yudi memperkenalkan sejumlah pengurus pusat organisasi pengusaha wanita Indonesia ini, di antaranya Tatyama Sutara, Wakil Ketua I yang juga caretaker DPD IWAPI Kaltim.

Pengurus pusat DPP IWAPI lainnya yang juga diperkenalkan adalah Cris Sinda Sutadisastra, yang berlatar belakang sebagai seorang enterpreneur milenial yang perusahaannya sudah nationwide.

Kata Nita, keterlibatan Cris Sinda Sutadisastra diharapkan dapat membantu para pengusaha wanita Indonesia terhubung dengan organisasi, komunitas atau pelaku ekonomi di dunia seperti kelompok G20 dan ASEAN Women Entrepreneur Network (AWEN). Katanya, sebagai sebuah organisasi yang sudah berusia 48 tahun, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, khususnya demi kemajuan pengusaha wanita Indonesia.

“Pemimpin yang baik adalah yang melayani. Sebagai sebuah organisasi, kami selalu berusaha mencarikan pasar dan memberikan berbagai pelatihan kepada anggotanya, juga kepada pelaku usaha wanita lainnya,” imbuhnya.

“Kami percaya dengan kehadiran mbak Cris Sinda dapat membantu para wanita pelaku UMKM mampu mengekspor produk-produknya ke luar negeri,” katanya menambahkan.

Untuk mewujudkan hal itu, ia menyebutkan, pihaknya memiliki berbagai program kerja yaitu memberikan pelatihan dan sokongan permodalan atau pendanaan dari bank Exim.

Dia pun mempersilakan kepada para perempuan Indonesia yang memiliki usaha dan berorientasi pada ekspor untuk menghubungi pihaknya atau bisa langsung ke Cris Sinda Sutadisastra sebagai kontap bidang Luar Negeri.

“Kami sangat membuka diri kepada siapapun yang ingin maju bersama, terutama yang berorientasi ekspor. Akan kami coba sambungkan dengan klien-klien kami di luar negeri,” pungkasnya.

 

(Ridwansyah Rakhman)