Jakarta, Aktual.com — Bagi umat Islam yang menetap di Norwegia terutama dari Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya kedatangan bulan Ramadan laksana media untuk mengingatkan mereka kepada keluarga yang mereka tinggalkan serta nilai-nilai spiritual agama Islam.

Kondisi semacam itu tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Norwegia. Kaum Muslimin yang menetap di sini menunggu kedatangan bulan suci tersebut untuk mempertebal keimanan.

Menjalani puasa di Norwegia menjadi pengalaman dan tantangan tersendiri. Karena Muslim disana berpuasa dalam durasi waktu yang cukup lama.

Kaum Muslim di Tanah Air, dalam seharinya berpuasa hanya 13-14 jam. Bandingkan, dengan kaum Muslimin Norwegia, waktu berpuasa mereka akan jauh lebih panjang yakni 20 sampai 21 jam.

Norwegia bukanlah negara paling ujung di dunia. Negara-negara tetangga seperti Denmark, Finlandia, Swedia, dan lainnya juga mengalami hal yang sama. Puasa dengan durasi waktu terlama di tahun ini. Bahkan diperkirakan tidak akan ada sama sekali waktu malam karena langit yang terang benderang.

Aktivitas Ramadan lainnya di Norwegia, dimulai dari waktu berbuka puasa sampai waktu sahur. Tapi menariknya, di sana semua jeda waktu terasa begitu singkat.

Namun demikian warga Muslim di Norwegia tetap melaksanakan aktivitas Ramadan seperti biasa dan Masjid-masjid yang ada di Stavanger dan Sandnes dalam melaksanakan salat tarawih dengan 1 juz setiap 1 malam.

Di Norwegia, puasa terasa lebih berat karena musim panas suhu udara juga naik menjadi sekitar 25-31 derajat celcius di siang hari.

Hal ini mengakibatkan tenggorokan menjadi sangat kering karena suhu udara yang tidak lembab. Tentu saja waktu siang yang panjang pun menjadi tantangan luar biasa untuk menunaikan ibadah puasa dengan baik.

()