Jakarta, Aktual.co — Sejumlah wali murid SD Negeri 04 Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengeluhkan kondisi atap bangunan sekolah tempat anak-anak mereka menimba ilmu karena bolong-bolong akibat rangka kayu mengalami pelapukan.
“Sudah lama itu, anak-anak sering mengeluh karena kalau hujan ruang kelas selalu tergenang sementara saat panas bangku mesti dipindah. Cahaya langsung masuk sehingga sangat mengganggu kenyamanan,” kata salah satu wali murid, Atin, Sabtu (8/11).
Ia dan sejumlah wali murid lain tidak berani memberi masukan ataupun mengkritik masalah tersebut, karena takut menyinggung kepala sekolah.
Namun Atim memastikan kerusakan pada bagian atap sekolah dikarenakan kondisi kayu sudah lapuk dimakan rayap.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala SDN 04 Kalibatur, Sri Wibiani mengakui kerusakan terjadi justru setelah sekolahnya kedatangan tim proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung.
“Setelah pengajuan, tim dari kabupaten bersama UPTD datang lalu atapnya dicek dengan galah sehingga bolong-bolong seperti itu,” kata Sri.
Masalahnya, atap yang terlanjur terbuka dengan rangka kayu yang sudah lapuk itu tidak dikembalikan seperti semula.
Akibatnya, beberapa kelas menjadi tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar karena atap bolong-bolong tadi.
“Rencananya, lanjut dia, dinas pendidikan akan merekomendasikan anggaran renovasi ke SDN 04 Kalibatur. Namun kapan perbaikan itu akan dilakukan, kata Sri Wibiani, pihaknya belum bisa memastikan.
“Yang jelas telah diajukan dan sudah dilihat, tapi kapan dibangun kami tidak tau,” ujarnya.
Khoirul, salah satu pengajar di SDN 04 Kalibatur mengungkapkan, sekolahnya terakhir menerima program dana alokasi khusus (DAK) pada 2000, namun saat itu hanya mampu digunakan untuk membangun tiga ruang kelas, yaitu untuk kelas 4, 5 dan 6.
“Meski bolong proses belajar mengajar tetap seperti biasa, hanya tatanan bangkunya disesuaikan” katanya.
Pihak sekolah berjanji dalam waktu satu atau dua hari ini akan memperbaiki sementara sebelum proses pembangunan dimulai.
“Kami akan segera meminta tolong salah satu tukang dari wali murid di sini untuk segera memperbaiki atap itu sementara sebelum proyek pembangunan dimulai,” kata guru lain, Nur Kholis.
Nur meminta media tidak memuat berita tentang sekolahnya karena menurutnya jika dimuat pihak sekolah akan direpotkan.
“Selain kena marah, kami malah repot dan mengganggu kerja kami mengajar karena kami pasti akan di panggil ke dinas,” tutupnya.
SDN 04 Kalibatur mempunyai murid sebanyak 94 murid dari kelas 1 hingga kelas 6.

()