Foto perwakilan Kementerian Kominfo, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan Microsoft setelah melakukan penandatanganan kerja sama untuk pengembangan talenta digital AI di USK Banda Aceh, Senin (26/2/2024). (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Informatika)

Jakarta, aktual.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan kolaborasi menjadi cara yang tepat guna menyebarkan edukasi pada generasi muda mengenali, memahami, dan menguasai artificial intelligence (AI/teknologi kecerdasan buatan).

Salah satu contoh kolaborasi yang telah diwujudkan dan patut diapresiasi mengenai hal itu seperti yang dilakukan oleh Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh bersama Kementerian Kominfo serta satu perusahaan raksasa teknologi global.

Saya kira ini program yang sangat bagus untuk terus dikembangkan untuk bisa menyerap lebih banyak talenta AI terutama generasi-generasi muda kita,” kata Nezar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (27/2).

Nezar menjelaskan bahwa kerja sama antara Kementerian Kominfo dan USK memungkinkan mahasiswa untuk mempelajari pengembangan talenta digital di bidang AI dengan lebih optimal. Kolaborasi ini sangat penting mengingat potensi besar penggunaan AI sebagai solusi di Indonesia, namun, masih sedikit yang memiliki kompetensi untuk mengembangkannya.

“Apalagi pengembangan AI telah menjadi fokus perhatian negara-negara di dunia. Dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. China sudah lebih di atas 50 persen, Amerika juga, Eropa juga. Namun, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia masih kurang 10 persen dari total PDB. Dan saya kira kita memang harus bekerja keras,” kata Nezar.

Nezar menyoroti lima kompetensi utama yang harus dimiliki seseorang seiring dengan berkembangnya penggunaan AI. Kelima kompetensi tersebut meliputi kemampuan berpikir kreatif, analitis, literasi teknologi, berpikir sistematis, serta penguasaan operasional AI dan big data (mahadata).

Dia berharap bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan, maka para generasi muda bisa memiliki dasar dan semakin terasah kompetensinya mengenai AI.

“Ini lima skill (keterampilan) utama yang setidaknya harus dimiliki oleh generasi di abad 21 ini. Oleh karena itu dibutuhkan re-skilling dan up-skiling untuk membuka peluang karier baru di era disrupsi AI ini,” ujar Nezar.

Kolaborasi yang dimaksud ialah kerja sama antara Badan Pengembangan SDM Kemenkominfo, bersama dengan USK Banda Aceh, serta Microsoft. Para pihak melakukan penandatanganan kerja sama terkait dengan pengembangan talenta digital khususnya pada bidang AI.

Penandatanganan itu berlangsung pada Senin (26/2) dan dinilai Wamenkominfo sebagai momentum untuk membuka lembaran baru program pengembangan talenta digital Kementerian Kominfo pada 2024.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Sandi Setyawan

Tinggalkan Balasan