Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi (tengah) didampingi Wakil Walikota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan (kedua dari kanan) dan Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Abdul Rasyid (kedua dari kiri) di Muscab ke-IV HIPMI Tangerang Selatan, Serpong. Foto: AKTUAL/istimewa
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi (tengah) didampingi Wakil Walikota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan (kedua dari kanan) dan Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Abdul Rasyid (kedua dari kiri) di Muscab ke-IV HIPMI Tangerang Selatan, Serpong. Foto: AKTUAL/istimewa

Serpong, Aktual.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mengatakan keberadaan komunitas pengusaha sangat penting dalam mendukung industri bisnis nasional, salah satunya di bidang pangan.

Menurutnya, food industry berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data BPS, PDB Sektor Pertanian pada triwulan II 2020 tumbuh positif 16,24 persen (q to q) dan terus berlanjut pada 2022.

“Kehadiran komunitas pengusaha seperti HIPMI ini sangat mewarnai industri bisnis nasional kita. Salah satunya dalam food industri yang sangat luar biasa sekali. Bahkan salah satu pendorong perekonomian kita,” kata Wamentan saat memberikan keynote speech dalam Musyawarah Cabang HIPMI Kota Tangerang Selatan ke-IV di Serpong, Rabu (25/1/2023).

Wamentan menambahkan kinerja ekspor pertanian juga menunjukkan tak kalah menggembirakan. Pada tahun 2022, ekspor produk pertanian mencapai Rp 658,18 triliun dan meningkat 6,79 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2021.

Ia menuturkan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pemanfaatan KUR dalam mengakselerasi pembangunan pertanian. Selama 2020-2022 kinerja KUR bidang pertanian menggembirakan. Realisasi KUR 2020 sebesar Rp 55,3 triliun, realisasinya 110,62 persen dari target Rp 50 triliun.

“Dan tahun 2021 mencapai Rp 85,62 Triliun, realisasinya 122,31 persen diatas target Rp 70 triliun dan per 30 Oktober 2022 realisasi KUR mencapai Rp 95,43 triliun, realisasinya 106,03% dari target Rp 90 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menyatakan bahwa pandemi Covid-19 masih membawa dampak terhadap sosial-ekonomi, salah satunya angka pengangguran yang masih tinggi. Selain itu, angka pertumbuhan ekonomi yang melambat hingga inflasi yang meningkatkan.

Menurutnya keberadaan HIPMI turut membantu perekonomian di Kota Tangerang Selatan. Pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi di daerah mengalami kontraksi hingga -1 persen. Kemudian di tahun 2022 lalu tumbuh 4 persen dan pada 2023 ini diperkirakan mencapai 7 persen.

“Karena pergerakan ekonomi di sini berbeda, UMKM menjadi basis ekonomi Tangsel,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Abdul Rasyid, Ketua BPD HIPMI Banten Ananda Trianh Salichan, serta ratusan anggota HIPMI lainnya.

(A. Hilmi)