Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi menyalami seluruh peserta webinar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung, Senin (12/7) dari ruang kerja Kementerian Pertanian RI. Foto: Aktual / Warnoto.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi menyalami seluruh peserta webinar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung, Senin (12/7) dari ruang kerja Kementerian Pertanian RI. Foto: Aktual / Warnoto.

Jakarta, Aktual.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul Qolbi mengatakan ada 2 (dua) hal yang perlu diperhatikan untuk membuat sektor pertanian diminati oleh anak-anak muda. Pertama, membangun trust atau kepercayaan soal pengadaan pupuk, penyuluhan, modernisasi alat mesin pertanian, dan lainnya. Yang kedua, menjamin income atau penghasilan yang memadai.

Menurutnya, tanpa kedua hal tersebut, rasanya sulit untuk membuat generasi milenial tertarik dengan sektor pertanian. Padahal, hal ini sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan petani berdasi dan koperasi yang membentuk korporasi.

“Saya sampaikan, pertama adalah masalah trust. Kedua, anak-anak muda ini juga berharap income yang memadai. Tanpa itu semua, rasanya mustahil kalau hanya mempromosikan bahwa jadi petani itu hebat, jadi peternak itu keren. Itu mustahil tanpa adanya dukungan dari kita, pemerintah,” kata Harvick dalam sebuah webinar yang diselenggaran BEM Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung pada Senin (12/7) lalu.

Namun demikian, dirinya menambahkan, bahwa saat ini sektor pertanian masih menarik di kalangan masyarakat. Hal ini ditunjukan dengan pertumbuhan jumlah petani, peternak, dan pekebun baru. Menurut catatannya, sepanjang tahun 2020 kemarin terdapat 3 juta petani baru.

Pertumbuhan jumlah tersebut sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sehingga, sektor pertanian menjadi pilihan alternatif perekonomian masyarakat.

“Seperti yang kita ketahui, peternak baru ini adalah imbas dari Covid19 banyak sekali PHK yang akhirnya mereka pindah ke sektor peternakan, pertanian, perkebunan. Alhamdulillah, ada rejeki mereka di sektor ini,” tutur bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) ini.

(A. Hilmi)