Bandung, Aktual.com – Para pecinta alam hendaknya tidak menganggap enteng pendakian dan wajib mendapat izin orang tua, kata Ketua Bidang IV Pusat Informasi Data dan Eksternal Wanadri Guntur Surya Kusumah.

“Izin dari kedua orang tua pun menjadi salah satu faktor terpenting untuk menghindari kejadian tidak diinginkan ketika melakukan pendakian,” katanya. di Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/8)

Ia menyebutkan nyaris semua kecelakaan pada seorang pendaki itu diawali dengan tidak turunnya izin dari orang tua.

Menurut Guntur, kasus kecelakan yang menimpa pendaki yang juga Mahasiswa Unpas Bandung Dania Agutina Rahman yang meninggal dunia saat pendakian di Gunung Semeru jangan terulang lagi.

“Dania sudah tidak diizinkan ke Gunung Rinjani, dia malah izin ke orang tuanya untuk pergi ke Yogyakarta, padahal nyatanya ia naik ke Semeru,” kata aktivis yang kerap disapa kuncen sekretariat Wanadri itu.

Menurut Guntur, apa yang dilakukan Dania merupakan hal yang tidak boleh terulang lagi oleh siapapun yang akan melakukan pendakian. Dalam pendakian harus meminimalisir resiko di lapangan, jaga kondisi badan, perlengkapan yang memadai, etika ketika mendaki bahkan izin orang tua pun mesti diperhatikan.

“Karena semuanya kembali kepada diri kita, apakah ingin mengundang bahaya atau tidak,” kata Guntur.

Dania meninggal di Gunung Semeru karena tertimpa longsoran batu pada Rabu (12/8) lalu. Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pasundan ini mendaki bersama tiga rekannya dari Unpas. Selain Dania, dua pendaki lain pun ikut terkena longsoran.

“Kecelakaan yang menimpah almarhumah termasuk kedalam kategori objective danger, karena kecelakaannya murni disebabkan alam,” katanya.

Selain karena faktor alam yang kurang bersahabat, kecelakaan di gunung pun bisa disebabkan oleh kesalahan manusia yang masih saja sering melanggar peraturan.

“Salah satu contohnya, misalkan ada aturan dilarang ke puncak, tapi tetap memaksakan kehendak atau mendaki lewat jalur illegal atau tanpa registrasi kepada pihak pengelola,” katanya menambahkan.

()

()