Jakarta, Aktual.com – Dokter spesialis orthopedi dr. Nicko Perdana Hardiansyah Sp.OT mengatakan keluhan nyeri yang terjadi pada saat buang air besar dan buang air kecil, patut di waspadai adanya penyakit tulang belakang yang jarang diketahui.

“Nyeri disertai gangguan buang air besar dan buang air kecil kadang sampai mengganggu fungsi seksual dan pola berjalan seringkali pasien tidak tahu bahwa itu bagian dari penyakit yang timbul dari tulang belakang,” ucapnya dalam diskusi mengenai penangan nyeri tulang belakang yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (12/12).

Selain itu, ia juga menjelaskan jika nyeri pada tulang belakang yang dirasakan sampai mengganggu tidur, penurunan kekuatan otot dan rasa lemas, pasien harus berhati-hati dan segera berkonsultasi ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan tambahan.

Nicko mengatakan, 80 sampai 90 persen penyebab terjadinya nyeri pada tulang belakang adalah karena cedera otot, dan seringkali bukan masalah yang serius selama menghindari gerakan yang salah dan beristirahat.

“Jadi sebenarnya ini bukan suatu hal yang kita perlu takut banget karena obat utamanya seringnya hanya istirahat saja dan menghindari gerakan-gerakan yang salah,” ucapnya.

Dokter dari Rumah Sakit Mayapada Kuningan ini mengatakan, seringkali cedera terjadi pada otot dikarenakan aktivitas dan gerakan yang salah seperti membungkuk, mengangkat barang-barang berat, berdiri dengan cara yang salah dan bekerja sehari-hari dengan cara duduk yang salah. Hal ini berisiko untuk meningkatkan terjadinya gangguan pada tulang belakang.

Nyeri tulang belakang, kata Nicko, juga bisa terjadi pada semua rentang usia mulai dari anak-anak sampai lanjut usia, namun belakangan ini nyeri tulang belakang mulai sering menyerang pada usia produktif sekitar usia 18 sampai 40 tahun.

Ia menyarankan jika mengalami nyeri tulang belakang secara tiba-tiba akibat aktivitas atau pekerjaan dengan posisi yang salah, segera berhenti dan beristirahat. Dan bisa mengonsumsi paracetamol atau dioles obat pereda nyeri yang bisa didapat secara bebas agar sakitnya mereda.

“Stop lakukan aktivitas, istirahat dan lakukan evaluasi apakah keluhannya membaik atau tidak. Jika nyeri tidak kunjung sembuh dan nyeri saat buang air kecil segera datang ke IGD,” ucapnya.

Nicko juga mengatakan jika pasien langsung datang ke pengobatan alternatif dengan pemijatan, dikhawatirkan ada tanda serius dari nyeri tersebut yang tidak diketahui dan akhirnya bisa berujung dengan kondisi yang lebih berat.

“Ada keadaan tertentu seperti pergeseran tulang punggung, kondisi saraf terjepit akibat bantalan keluar itu memang pasien harus bedrest, segala manipulasi dalam bentuk apapun itu akan membahayakan dan membuat pasien jatuh pada kondisi yang lebih buruk,” tuturnya. (Antara)

(Warto'i)