Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra meminta umat Islam untuk waspada terkiat simbol palu arit yang belakangan marak bermunculan di berbagai tempat.

Menurut dia, munculnya simbol komunis itu, tampak seperti di sengaja, sistematis, dan makin hari makin merajalela. Karena itu, penyebarannya tidak boleh dibiarkan meluas.

“Saya menyerukan khususnya umat Islam agar berhati-hati dan waspada,” kata Yusril dalam pesan tertulisnya, Sabtu (11/2).

Simbol Palu Arit yang merupakan simbol Komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI), belum lama ini secara tiba-tiba muncul di Madura, dekat pondok pesantren yang besar dan berpengaruh.

“Pesantren Banyu Anyar dan Darut Tauhid. Di daerah-daerah lain, sebut Yusril, simbol Komunis itu sering pula dimunculkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” beber pakar hukum tata negara itu.

Yusril mengatakan, munculnya simbol Komunis itu bisa benar-benar dilakukan oleh anak cucu dan simpatisan PKI zaman dulu. Namun bisa saja hal tersebut hanya sekedar pancingan untuk menimbulkan keresahan agar umat Islam bereaksi.

“Dalam sejarah politik di negeri kita, warga Bulan Bintang atau keluarga Masyumi adalah sasaran utama PKI untuk dihabisi,” tuturnya.

Lebih jauh Yusril menerangkan, pembunuhan dan pembantaian terhadap keluarga Masyumi terjadi sejak Peristiwa Madiun tahun 1948. Pembunuhan terus berlanjut secara sporadis sampai Masyumi dibubarkan tahun 1960.

“Yang jelas salah satu penyebabnya adalah sikap anti Komunis dan anti Nasakom yang dipaksakan untuk diterima di zaman itu,” beber dia.

Laporan: Fadlan Syiam Butho

(Nebby)