Kampanye ZARA yang dinilai menyinggung kondisi Palestina.

Jakarta, Aktual.com – Kampanye iklan terkini dari ZARA mendapat kritik dan memicu reaksi marah dari pengguna internet. Hal ini disebabkan oleh pameran koleksi terbaru mereka, ZARA Atelier Collection 04, yang dianggap merendahkan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Palestina saat ini.

ZARA menampilkan patung dengan bagian tubuh yang hilang, dikelilingi oleh puing-puing, dalam kampanye iklan yang diunggah di akun Instagram resmi mereka, yaitu @zara.

Diabadikan oleh Tim Walker dengan arahan gaya dari perusahaan gabungan Perancis-Amerika, Baron & Baron, gambar tersebut menampilkan model Amerika McMenamy. McMenamy mengenakan berbagai jaket di dalam ruangan berwarna putih, yang dikelilingi oleh peti kayu dan puing-puing beton.

Patung-patung tersebut terlihat tanpa anggota tubuh, sementara manekin dan struktur bangunan telah dilapisi dengan kain berwarna putih, serta plastik bening dan putih.

Satu gambar yang sudah dihapus dari kampanye di situs Zara dan platform media sosial menampilkan model yang mengenakan jaket kulit sambil memegang manekin terapung yang dibungkus dengan plastik. Manekin yang dilapisi dengan kain putih tersebut menyerupai figur jenazah yang telah dikafani.

Foto-foto dalam kampanye terkini Zara telah dihapus setelah mendapat kritikan dari penggemar karena dianggap mencerminkan adegan kehancuran di Gaza.

Foto-foto dalam kampanye terbaru Zara telah dihapus setelah mendapatkan kritikan dari para penggemar karena dianggap mencerminkan adegan kehancuran di Gaza.

Dari serangkaian gambar yang diunggah, satu-satunya foto yang masih dapat diakses secara online adalah gambar close-up dari koleksi pakaian tersebut.

Hingga saat ini, ZARA belum memberikan tanggapan terhadap reaksi keras yang beredar di media sosial. The National telah mencoba menghubungi perusahaan untuk meminta komentar.

Sejumlah netizen hingga tokoh publik turut berkomentar pada postingan tersebut. Seniman Palestina Hazem Harb juga memberikan komentarnya terkait kampanye tersebut dan mendesak untuk melakukan boikot terhadap merek tersebut.

“Menggunakan kematian dan kehancuran sebagai latar belakang fesyen adalah tindakan yang sangat jahat, keterlibatannya, dan seharusnya membuat kita marah sebagai konsumen. Boikot Zara,” tulis Harb.

Dalam tanggapan terhadap postingan tersebut, Presiden Global Huda Beauty, Mona Kattan menulis, “Sakit”.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Yunita Wisikaningsih

Tinggalkan Balasan