Jakarta, Aktual.com — Dua koalisi besar di parlemen, Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), eksistensinya tetap diperlukan dalam rangka membangun Indonesia yang lebih baik.

Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya cek and balance dari parlemen. Utamanya dari partai oposisi.

Paska Pilpres 2015, parlemen terbelah menjadi dua. Partai barisan pendukung pemerintah dalam KIH, dan partai non pemerintah dalam KMP.

“Eksistensi KMP dan KIH tetap diperlukan. Loh, KMP dan KIH tidak harus selalu beda,” kata Sohibul dalam konpers disela-sela Munas PKS ke-4 di Depok, Jawa Barat, Senin (14/9).

Dalam bahasa PKS, ada agenda-agenda yang patut dilakukan dalam rangka membangun Indonesia. Misalnya PKS mengagendakan transformasi struktural. Dimana regulasi-regulasi yang tidak berpijak pada kepentingan rakyat banyak akan dievaluasi.

“Secara ekonomi Pak Prabowo selalu bilang, bahwa kita ingin ekonomi yang mandiri dan sebagainya. Tapi kalau kita lihat, aturan yang ada, Undang-Undang yang ada, banyak yang tidak mendukung konsep kemandirian itu,” ucapnya

()

()