Beranda Eksklusif Advertorial 13 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Rekrutmen Karyawan

13 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Rekrutmen Karyawan

Meskipun rekrutmen karyawan terkadang melibatkan pandangan subjektif perekrut, anda sebaiknya menghindari kesalahan-kesalahan ini agar tidak salah pilih.

2. Kurangnya Persiapan Anggaran

Kesalahan berikutnya yang mungkin terjadi adalah salahnya perhitungan anggaran. karena, proses rekrutmen juga perlu anggaran dana yang jelas, lho.

Hal ini sebenarnya lebih menekankan tentang seberapa besar perusahaan berani menawarkan rentang gaji kepada calon karyawan. Jangan sampai anggaran yang sudah ada malah tidak cukup untuk membayar pekerja penuh waktu.

Selain gaji pokok untuk karyawan full-time, ada pula beberapa tunjangan penting dalam penyusunan anggaran, seperti THR, asuransi kesehatan, dan keuntungan lainnya.

Apabila anggaran yang ada terlihat belum memungkinkan untuk menggaji karyawan tetap, Anda bisa membayar freelance atau membuka lowongan internship saja.

3. Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

Baik Anda melakukan rekrutmen online maupun secara offline, jatuh cinta pada pandangan pertama sepertinya bukan ide yang bagus. Jatuh cinta pada pandangan pertama ini dapat diartikan anda langsung tertarik untuk merekrutnya. Tentu saja, kesempurnaan itu tidak ada. Namun bukan berarti Anda lantas buru-buru menerima siapapun yang masuk duluan, bukan?

Terlalu buru-buru dalam merekrut akan membuat Anda kerja dua kali, belum lagi jika Anda ternyata salah pilih. Oleh karena itu, ada baiknya jika tes rekrutmen memiliki tahapan yang teliti, sehingga penyaringan akan terasa lebih realistis.

Selain itu jangan pernah ragu untuk melakukan wawancara hingga dua kali atau memberikan tes keahlian lainnya hal ini dilakukan untuk menggali informasi penting tentang calon karyawan.

4. Terlalu Mencari Kesempurnaan

Meskipun terburu-buru dalam proses rekrutmen akan menyebabkan petaka bagi perusahaan Anda, bukan berarti anda terus-terusan menunggu dan mencari kesempurnaan datang.

Katakanlah Anda punya gambaran tentang karyawan ideal. Tapi tanyakan lagi, apakah gambaran anda tersebut realistis? Tidakah waktu yang Anda habiskan untuk menunggu karyawan ideal itu mempengaruhi produktivitas perusahaan?

Dibandingkan menunggu kandidat sempurna untuk mengisi posisi tersebut, sebaiknya Anda menerima kandidat terbaik yang dapat memenuhi semua syarat dan kualifikasi. Bukan hal yang mustahil jika kandidat tersebut akan menjadi karyawan ideal seiring berjalannya waktu.

selanjutnya…

(Advertorial)