Beranda Eksklusif Advertorial 13 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Rekrutmen Karyawan

13 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Rekrutmen Karyawan

Meskipun rekrutmen karyawan terkadang melibatkan pandangan subjektif perekrut, anda sebaiknya menghindari kesalahan-kesalahan ini agar tidak salah pilih.

5. Merekrut karena Kenalan

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan merekrut seseorang yang Anda kenal, atau bahkan keluarga sekalipun. Tapi jangan lupa akan kebutuhan yang sedang Anda cari.

Akan lebih baik jika anda memastikan kenalan atau saudara yang berada di bawah proses rekrutmen Anda memiliki kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan.

Namun apabila Anda hanya membawa nama “kenalan” ketika merekrut, tanpa melihat referensi dan latar belakangnya, ini seperti membeli kucing dalam karung. Bukan hanya mendapatkan sesuatu yang belum jelas keadaannya, namun juga akan mempengaruhi perusahaan Anda di masa depan.

6. Tidak Mengecek Latar Belakang

Misalkan Anda menemukan kandidat yang sangat sesuai dan cukup ideal untuk posisi yang dibutuhkan. Kemudian anda merasa tidak perlu untuk mengecek latar belakang lainnya.

Sebaikknya anda menghindari hal tersebut. Bisa saja kandidat tersebut dipecat dari tempat kerja sebelumnya karena suatu kasus. Bagaimana apabila hal tersebut juga terjadi saat kandidat tersebut menjadi karyawan di perusahaan Anda?

Untuk itu, akan lebih baik jika semua proses seleksi dilakukan secara detail dan teliti. Satu kesalahan yang dianggap sepele mungkin nanti bisa menjadi hal yang fatal, baik Anda sedang mencari kandidat untuk kerja dari rumah maupun bekerja di kantor.

7. Peraturan Rekrutmen yang Kurang Tegas

Proses rekrutmen juga sebaiknya dilakukan berdasarkan aturan yang jelas dan tegas. Hindari memberi kelonggaran bagi kandidat yang sedang melamar pekerjaan.

Misalkan, anda memberi kelonggaran berupa menerima lulusan dari jurusan lain yang tidak sesuai kriteria hanya karena anda menganggap bahwa semua itu berasal dari rumpun yang sama. Padahal tidak seperti itu konsepnya. Setiap lulusan dari suatu jurusan memiliki pemahaman akan suatu bidang dan topik yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan terlalu berimprovisasi, apalagi untuk sesuatu yang substansial seperti ini.

8. Pencarian Terlalu Sempit

Salah satu kesalahan yang juga sering terjadi ketika proses rekrutmen adalah diskriminasi dari HR sendiri. Bisa jadi hal itu tidak sengaja, namun nantinya akan menyulitkan proses mencari kandidat yang tepat.

Misalkan, HR lebih memilih karyawan pria karena dinilai lebih fokus dan berdedikasi daripada wanita. Lalu bagaimana jika ada wanita yang berhasil mematahkan hal itu? Tentu akan merugikan perusahaan, bukan?

Bukan hanya gender dan bias, diskriminasi bisa juga terjadi pada usia, suku bangsa, agama, dan lain sebagainya.

selanjutnya…

(Advertorial)