Jakarta, Aktual.com — Politisi PKS, Mahfudz Siddiq, sudah menduga permasalahan Freeport tidak akan berhenti di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Sebab obyek pokok yang dipermasalahkan adalah perusahaan asing asal Amerika Serikat, PT Freeport Indonesia.

Kisruh Freeport mencuat setelah Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan tokoh partai berpengaruh yang mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta saham ke Freeport. Kisruh berujung pada Ketua DPR Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya.

Usai kehebohan di MKD, kisruh berlanjut ke permasalahan rencana perpanjangan Freeport. Banyak pihak mendukung pemerintah mengambil-alih Freeport dengan memberdayakan BUMN.

“Saya sudah melihat bahwa kasus Freeport ini akan menimbulkan polemik yang sangat dalam dan akan membawa ke ranah politik,” kata Mahfudz kepada wartawan, Minggu (27/12).

Menurutnya, bola panas yang dilempar Sudirman Said membuat kegaduhan luar biasa situasi politik tanah air. Bola terus menggelinding laiknya bola salju setelah pihak Freeport berupaya mencari perlindungan dari masyarakat Papua.

Ke depan, jika kisruh berujung pada desakan rakyat Papua memisahkan diri dari Indonesia, maka orang yang harus bertanggungjawab adalah Sudirman Said.

“Yang harus disalahkan Sudirman Said, jika Papua pisah dari NKRI. Dia orang yang harus bertanggungjawab dalam semua permasalahan ini,” tutur Mahfudz yang juga Ketua Komisi I DPR RI.

Di sisi lain, nilai dia, kisruh Freeport juga membuat Istana khususnya Presiden Jokowi gamang mengambil keputusan.

“Sudirman Said tidak pernah memikirkan apa yang telah dilakukannya membuat pihak istana semakin kebingungan dan membuat permasalahan ini semakin panjang,” demikian Mahfudz.

(Arbie Marwan)