Jakarta, Aktual.com — Direktur Center of Budgeting Analys (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan jika Peraturan Perundang-undangan membolehkan, maka sesungguhnya yang paling penting untuk diganti dalam kabinet ini adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK).

Menurut Uchok, JK bukan hanya sudah terlalu uzur untuk menjalankan roda pemerintahan, namun juga JK terlalu mendominasi dalam pemerintahan Jokowi.

“JK seharusnya diganti. Selain uzur, karena dia terlalu mendominasi atau banyak memegang kebijakan di dalam pemerintahan Jokowi. Harusnya JK ini tahu diri harus bagi-bagi tugas untuk mewujudkan tujuannya program Pak Jokowi. Makanya, dia harus direshuffle,” sindir Uchok saat berbincang dengan Aktual.com usai diskusi publik di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/1).

“Dulu KSP (Kepala Staf Presiden) disiapin oleh Jokowi. Kemudian dikritik JK habis-habisan karena memang mengganggu kepentingannya. Sekarang ketika dipegang Teten Masduki agak lumpuh, gak ada kerjanya itu sampe sekarang. Harusnya kan mereka mendukung programnya Jokowi kemudian mengawasi, nah ini gak ada, misalnya proyek tol laut, itu siapa yang bertanggung jawab gak ada,” tuturnya menjelaskan.

Lebih lanjut, Uchok menyarankan kepada Jokowi untuk bisa belajar dari Presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mampu menekan kekuasaan JK, kendati saat itu adalah Ketua Umum Partai Golkar.

“Makanya, Jokowi harus belajar dari SBY. Bagaimana dulu SBY dia bisa membatasi kekuasaan politik JK. Sehingga JK hanya masuk ke bisnis doang,” kata Uchok.

Uchok juga menambahkan bahwasanya JK telah mencampurkan kepentingan bisnisnya dengan otoritas kekuasaanya. Yang hal itu mengakibatkan kebijakan-kebijakan pemerintah tidak mengarah pada negara melainkan kepentingan pribadi.

“Ketika politik bercampur bisnis, kacau. Itu yang terjadi dalam kebijakan di negara kita. Tapi, memang banyak yang mengeksekusi proyek-proyek kebijakan pemerintah harus diakui itu JK. Tapi itu tujuannya bukan untuk kepentingan negara atau pemerintah, tapi banyak kepentingan keluarga. Itu yang sangat disesalkan dari seorang ABG (anak baru gaul) yang namanya JK,” tandasnya.

()

(Arbie Marwan)