Jakarta, Aktual.co — Peneliti Founding Fathers House (FFH) Dian Permata menilai, keberadaan koalisi merah putih (KMP) di parlemen dalam menjalankan perannya sebagai pengawasan terhadap pemerintah dinilai sangat diperlukan.
“Penyeimbang dalam parlemen itu perlu ada,” kata dia, Senin (1/12).
Menurut dia, sikap pemerintah yang seakan melakukan intervensi kepada internal Golkar, agar Aburizal Bakrie yang juga ketua presidium KMP itu tidak menang kembali di Munas ke IX di Bali, menunjukan ketakutan berlebihan pemerintahan Jokowi-JK kepada KMP.
“Ketakutan Jokowi-JK bersama Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terhadap KMP sudah dalam taraf paranoid politik atau berlebihan. Segala cara dihalalkan agar peran KMP dipreteli,” kata Dian.
Sebab, kata dia, tidak terpilihnya Ical kembali sebagai ketum tentu akan mengubah alur politik partai berlambang beringin tersebut. Dan tentunya, kata dia, akan berimbas pada kekuatan KMP dalam melakukan pengawasan oleh parlemen.
Semestinya pemerintahan Jokowi-JK tidak bersikap paranoid seperti itu terhadap KMP.
“Faksionalisasi disebuah parlemen adalah kelaziman dalam politik. JKW-JK tidak perlu takut. Karena JKW-JK didukung koalisi rakyat. Dan itu dibuktikan pada Pilpres 2014.”
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
















