Jakarta, Aktual.co —Mungkin selama ini Anda kurang begitu paham dan belum mengenal berbagai makanan yang mengandung bahan kimia tinggi yang mampu menyebabkan kematian.  Berikut kami sajikan daftar makanan yang mengandung resiko kanker serta solusinya.

1. Sate
Sate sering menjadi makanan favorit di malam hari. Makanan berlemak tinggi ini termasuk makanan yang masuk dalam daftar yang bisa mengurangi kinerja fungsi otak. Hal itu disebabkan, saat kita makan sate, karbon dari hasil pembakaran arang masuk dalam tubuh Anda.

Karbon inilah yang bisa menyebabkan kanker dan mengakibatkan sel-sel pada otak tidak berkembang. Dan, pada akhirnya bisa membuat Anda sulit berkonsentrasi. Sate mengandung zat karsinogen sebagai pemicu kanker. Zat ini dapat mengendap dan mengubah asam deoksiriboukleat (DNA) dalam sel dan mematikan sel sehat.

Di tempat inilah sel kanker tumbuh. Akibatnya organ tubuh menjadi tidak berfungsi secara maksimal. Proses ini lazim disebut proses karsinogenik. Maka, kami sarankan kepada Anda untuk menetralisir proses penyebaran karnisogen dengan makan mentimun sehabis makan sate.

2. Lemak trans dalam makanan.
Seperti yang kita ketahui lemak trans merupakan lemak yang dibuat dengan proses memadatkan minyak cair (vegetable oil) dengan gas hidrogen. Proses itu disebut hidrogenisasi yaitu, dengan menambahkan hidrogen ke dalamnya. Dampak negatifnya akan menyebabkan masalah kesehatan di dalam tubuh seperti, jantung, kolestrol tinggi dan merusak fungsi otak.

Bagi prang dewasa mengonsumsi lemak trans 1-3% secara rutin dapat memicu serangan jantung mendadak. Kami sarankan kepada Anda untuk cerdas dalam memilih bahan makanan yang mengandung lemat trans yang dicantumkan pada label kemasan makanan.

3. Pemanis buatan

Pemanis buatan mengandung sedikit kalori. Tapi, dibalik zat pemanis buatan ternyata mengandung zat sangat berbahaya bagi tubuh. Bila Anda mengasup pemanis buatan dalam jangka waktu yang panjang, akibatnya bisa merusak otak serta menganggu kemampuan kognitif Anda.

Sebagai contoh adalah Aspartame. Anda dapat dengan mudah menemukan pemanis buatan ini dalam beberapa makanan dan minuman instan yang diiklankan di TV. Asam asparctic yang terkandung dalam bahan pemanis tersebut terbukti bersifat exitotoxin yang menyebabkan sel-sel otak menjadi cepat mati. Berdasarkan penelusuran wiki, excitotoxicity merupakan proses patologis di mana sel-sel saraf yang rusak dan dibunuh oleh stimulasi yang berlebihan oleh neurotransmiter dari glutamat atau zat yang serupa.

4. Mie instan

Jenis makanan ringan ini sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kami sarankan, Anda harus bisa membatasinya, makan minimal 3 (tiga) hari sekali. Ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada tubuh untuk menetralisir efek negatif dari makanan tersebut.

Mie instan mengandung MSG (monosodium glutamate) dan juga karsinogen di dalamnya. Bukti simple-nya yakni, mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Monosodium glutamate akan berubah menjadi zat karsinogen, jika dimasak. Dan, akan meningkat secara pesat jika Anda memasak dalam suhu tinggi. Puncaknya di suhu 120 derajat celsius.

Dari hasil penelitian membuktikan, bahwa mengonsumsi mie instan selama empat hari secara berturut-turut berpotensi menyebabkan kanker, mioma, kista (atau amandel) sebesar 75 persen. Anda bisa membuktikannya, dengan cara mengambil kuah /bumbu mie instan lalu ditaburkan ke atas pot yang berisi bunga atau/ tumbuhan. Beberapa hari kemudian tumbuhan tersebut akan layu/mati.

Artikel ini ditulis oleh: