Jakarta, Aktual.co — Polemik Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbuntut dengan adanya ancaman terhadap sejumlah pegawai KPK. Meski begitu isu, teror yang sempat mencuat belakangan ini belum diketahui kebenarannya.
Salah satu ancaman itu ditujukan kepada Nursjahbani Katjasungkana, advokat senior yang juga menjadi salah satu kuasa hukum Abraham Samad dan Bambang Widjojanto pun mengaku mendapat teror bom di kediamannya.
Peristiwa itu menimbulkan spekulasi bahwa anggota Polri lah yang melakukan teror tersebut. Spekulasi itu tak terlepas dari konflik KPK Polri yang saat ini ramai di media.
Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, pihaknya menjamin 100 persen bahwa yang melakukan teror bukan anggota kepolisian. Bahkan Jendral bintang tiga itu menantang jika ada yang mengetahui dan memiliki informasi soal teror tersebut melibatkan anggota Polri silahkan melapor ke Mabes Polri.
“Saya kira nggaklah. Kita tidak seperti itu dan saya yakin itu bukan dari polri. Kita tidak akan seperti itu,” kata Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/2).
Pria yang akrab disapa Buwas itu juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terbawa isu-isu yang menyesatkan. Budi khawatir, ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi terkait pemberitaan perseteruan KPK dan Polri.
“Kalau ada teror-teror, orang-orang ada yang memanfaatkan situasi, dilaporkan saja, pasti kita tindaklanjuti,” tegasnya.
Budi pun memastikan bahwa anak buahnya tidak akan bertindak arogan terkait situasi saat ini. “Nggak lah, masa polisi jadi polisi liar, kita itu ada aturannya, saya jamin tidak ada polisi liar,” tutup Budi Waseso.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby