Jakarta, aktual.com – Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mematangkan skema program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia. Menteri Sosial **Saifullah Yusuf** menegaskan, penyaluran MBG bagi disabilitas akan diprioritaskan kepada kelompok paling rentan, yakni desil 1 hingga desil 4.
“Tentu yang difokuskan ke desil 1, desil 2, sampai 4. Kita prioritaskan itu. Jadi memang diprioritaskan paling membutuhkan,” kata Gus Ipul usai menghadiri peringatan HUT ke-60 Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Ia menjelaskan, implementasi MBG akan disesuaikan dengan ketersediaan alokasi anggaran Kemensos. Saat ini, kuota yang tersedia baru menjangkau sekitar 35 ribu penyandang disabilitas.
“Kita kan baru memiliki alokasi sekitar 35 ribu penyandang disabilitas yang memperoleh dukungan untuk mendapatkan makan bergizi gratis khusus penyandang disabilitas,” ujarnya.
Mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia tercatat lebih dari 15 juta orang. Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan pengelompokan berdasarkan kategori desil.
“Nanti kita tunggu hasilnya, mana yang di desil 1, desil 2, sampai desil 10. Karena mereka ini juga banyak yang sudah punya usaha, sukses, tapi banyak juga yang masih memerlukan perlindungan dan jaminan sosial dari pemerintah. Jadi dengan begitu kalau data kita makin akurat, insyaallah intervensi kita juga makin akurat,” tuturnya.
Sebelumnya, Gus Ipul menyampaikan bahwa Kemensos juga menyiapkan MBG bagi lansia terlantar dan penyandang disabilitas dengan total sasaran lebih dari 100 ribu penerima.
“Jadi kan kita sudah ada itu perencanaan untuk memberikan MBG gratis untuk lansia terlantar di atas usia 75 tahun. Ada 100 ribu lebih. Kemudian MBG untuk penyandang disabilitas, tapi memang baru 36 ribu belum banyak. Mudah-mudahan lah ini lagi kita proses,” kata Gus Ipul, Kamis (8/1).
Menurut dia, program MBG untuk lansia dan disabilitas tersebut telah memperoleh persetujuan Presiden **Prabowo Subianto**. Selain makanan bergizi, Kemensos juga menyiapkan pendamping atau *care giver* bagi lansia terlantar.
“Untuk yang disabilitas 36 ribu tahun ini. Jadi MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas. Sudah disetujui Presiden. Nanti kita juga lagi kembangkan tapi ini lagi proses melatih care giver pelatih pengasuh. Jadi disamping mengantarkan apa itu mengantarkan makanannya itu, karena mereka kan rata-rata hidup sendiri, itu mereka bisa memberikan perawatan lah atau pengasuhan,” ucapnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















