Jakarta, Aktual.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Itaman Ben-Gvir menjadi sosok yang mendapat kecaman keras publik di media sosial usai membagikan video bernada olokan terhadap para relawan yang ditahan di Pelabuhan Ashdod.

Terlihat dalam unggahan X resminya, @itamarbengvir, pada Kamis, 21 Mei 2026, Itamar mengaku tengah berada di antara ratusan relawan dan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang sempat diringkus ‘secara ilegal’ di Perairan Siprus.

“Selamat datang di Israel,” tulis Itamar.

Dalam video tersebut, Itamar memperlihatkan dirinya mengunjungi fasilitas penahanan di Pelabuhan Ashdod, tempat para aktivis ditahan.

Menhan Israel itu juga terlihat menyemangati petugas keamanan saat mereka menekan seorang aktivis perempuan berteriak “Palestina merdeka!” di tengah kedatangan Itamar.

Hal yang tak kalah menuai sorotan tajam, yakni saat Itamar tampak melambaikan bendera Israel berukuran besar di samping puluhan aktivis yang berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung mereka.

Itamar lalu mengatakan sesuatu yang dinilai tidak berempati kepada para relawan yang ditahan di Pelabuhan Ashdod.

“Selamat datang di Israel, kami adalah tuan,” ujarnya.

Saat itu, para aktivis lainnya juga terlihat berlutut pada sebuah dek kapal sepanjang lagu kebangsaan Israel diputar.

430 Relawan Berjuang untuk Bebas

Buntut dari video itu, kecaman dari pemerintah Indonesia dan berbagai negara bermunculan terhadap pemerintah Israel.

Terlebih, sebagian publik menyoroti terkait cara mereka memperlakukan ratusan aktivis dan relawan pro-Palestina yang tergabung dalam misi kemanusiaan GSF 2.0.

Bagi yang belum tahu, kini dilaporkan sebanyak 430 aktivis dan relawan Global Sumud Flotilla yang berasal lebih dari 40 negara tengah berjuang untuk menuntut pembebasan mereka.

Peristiwa penangkapan ‘secara paksa’ ini sebelumnya terjadi pada lebih dari 50 kapal yang tergabung dalam GSF yang berlayar dari Turki menuju Gaza, Palestina, sejak Kamis, 14 Mei 2026 lalu.

Kemudian, pada Senin, 18 Mei 2026, militer Israel sempat mencegat armada tersebut di perairan internasional sebelah barat Siprus, sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza, yang diblokade Israel.

Israel Klaim Pasukannya Tak Langgar Aturan

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel sebelumnya sempat mengklaim pasukannya tidak menggunakan peluru tajam dalam insiden penangkapan tersebut.

“(Kami) tidak mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut yang sah atas Gaza,” demikian pernyataan Kemlu Israel, pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kemlu Israel juga menyatakan, seluruh aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan akan diizinkan bertemu perwakilan konsuler mereka setelah tiba di Israel.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari otoritas terkait ihwal kondisi para relawan GSF yang ditahan militer Israel tersebut.***

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi