Mujahidah asal Ciamis (Foto: Aktual.com/M Zhacky Kusumo)
Mujahidah asal Ciamis (Foto: Aktual.com/M Zhacky Kusumo)

Jakarta, Aktual.com – Jumlah peserta Aksi Bela Islam III di Monumen Nasional (Monas) siang tadi, diprediksi meningkat dari aksi sebelumnya pada 4 November 2016 lalu. Meski jumlahnya bertambah, koordinasi tugas antara peserta aksi tetap terjaga dengan baik.

Seperti halnya yang dilakukan puluhan wanita yang menamakan diri sebagai Mujahidah dari Ciamis, Jawa Barat. Para wanita muda ini rela menempuh perjalanan hampir satu hari, untuk ikut serta dan membantu pihak penyelenggara Aksi Bela Islam III.

“Dari Ciamis, kami namakan para Mujahidah Ciamis, dari Miftahul Huda II. Ke sini naik bis dari pesantren. Berangkat habis Zuhur kemarin, baru sampai ke sini Subuh tadi, ada empat bis,” ungkap Koordinator Mujahidah Ciamis, Ade Khoiriyah saat diwawancarai, di depan Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (2/12).

Ditegaskan Khoiriyah, tujuan utama Mujahidah Ciamis ikut Aksi Bela Islam III, tak lain untuk menuntut keadilan dalam penanganan kasus dugaan penistaan agama atas tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Selain itu, sambung dia, Mujahidah Ciamis juga berinisiatif sebagai ‘Tim Sapu Bersih’ sampah peserta aksi. Berbekal sapu lidi, sapu ijuk, pengki dan sekop, para wanita berhijab ini sukarela membersihkan sampah yang berserakan di dalam Monas.

“Tujuannya Bela Islam Jilid III, menuntut keadilan. Tapi kesananya kami ingin tetap bersih, jadi kami punya inisiatif bersih-bersih, bawa sapu lidi, bawa sekop, alhamdulillah bersih. Kalau nggak percaya liat saja sendiri ke dalam Monas,” ujar Khoriyah.

Bukan tanpa alasan, mengapa akhirnya Mujahidah Ciamis ini memilih tugas sebagai ‘Tim Sapu Bersih’. Pasalnya, pada Aksi Bela Islam I, Oktober 2016, para peserta aksi dicap sebagai biang keladi bertebarannya sampah-sampah di sekitaran Monas. (M Zhacky Kusumo)

()