Aktual.com, Jakarta – Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda seluruh dunia tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan, tetapi juga krisis ekonomi. Di Indonesia, akibat wabah tersebut, membuat perekonomian nasional di kuartal III terkontraksi hingga minus 5,32 persen.

Namun, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa musibah pandemi ini mesti dijadikan momentum untuk melakukan sebuah lompatan besar. Ia juga mengatakan, Indonesia perlu memanfaatkan peluang saat sebagian besar negara sedang mengalami kemunduran untuk mengejar ketertinggalan.

“Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar,” kata Jokowi dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar bencana pandemi ini harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan secara fundamental dan menjalankan sebuah strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, serta kesehatan dan pendidikan.

“Pada usia ke-75 tahun ini, kita telah menjadi negara Upper Middle Income Country. 25 tahun lagi, pada usia seabad Republik Indonesia, kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia Negara Maju,” ujarnya.

Jokowi juga mengajak masyarakat untuk jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis ini. Selain itu, jangan juga biarkan krisis membuahkan kemunduran. “Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan,” tegas Jokowi.

(A. Hilmi)