Jakarta, Aktual.com – Penggagas Dewan Nasional, Yudi Suyuti, menilai pembangunan yang dilakukan pemerintah kurang berpihak pada rakyat. Pembangunan justru lebih banyak berpihak pada kalangan tertentu, dalam hal ini konglomerat.

Ia menyoroti bagaimana proyek-proyek besar yang sedang digarap pemerintah, dimana sebagian besar proyek tersebut hanya menguntungkan para taipan. Baginya, hal tersebut tidak akan berpengaruh banyak dengan kenaikan harga dan tingkat inflasi yang menyulitkan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi pada Januari 2017 tercatat sebesar 0.97 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi 2017 dan 2015 pada bulan yang sama.

“Perubahan itu harusnya dimulai dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah,” ujar Yudi dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Kamis (9/2).

Apa yang terlihat sekarang, lanjutnya, tak ubahnya dengan apa yang dilakukan Presiden RI Ke-2 (Alm) Soeharto pada awal Orde Baru. Saat itu, Soeharto mengutamakan pembangunan dengan membangun konglomerat-konglomerat lokal untuk kemudian aliran uang bisa mengalir ke masyarakat kalangan bawah.

Terkait hal ini pula, Dewan Nasional mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan 112 pada Sabtu (11/2) nanti. Gerakan ini disebutnya dapat mewakili masyarakat kelas bawah terhadap kesulitan ekonomi yang dihadapi.

“Revolusi sudah dekat, gerakan 112 dapat dijadikan sebagai media revolusi,” ungkapnya.

(Teuku Wildan)

()