Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) berbincang dengan Menteri ESDM Sudirman Said (kanan) sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/11). Presiden Joko Widodo meminta seluruh menterinya merencanakan program kerja 2016 dengan baik dan matang serta belajar dari pelaksanaan program 2014-2015 sehingga tidak ada lagi regulasi dan kebijakan yang bertabrakan dengan kementerian/lembaga lainnya atau menjadi polemik di masyarakat dan sesuai dengan Nawacita. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/aww/15.

Jakarta, Aktual.com — Sekjen Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), Hendrik Sirait, menyarankan Presiden Joko Widodo segera memberhentikan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said.

Menurutnya, kegaduhan demi kegaduhan politik yang terus bermunculan sebenarnya bisa dihentikan oleh Presiden Jokowi. Yakni, dengan memberikan kepastian apakah akan melakukan perombakan Kabinet Kerja atau tidak.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada hak prerogratif presiden, menurut Almisbat yang layak direshuffle adalah mereka yang tidak memiliki pemahaman atau paham tetapi tidak setuju terhadap landasan falsafah Trisakti dan Nawacita,” terang Hendrik saat dihubungi, Rabu (6/1).

Menteri-menteri ini ditekankan sudah kerap disampaikan Hendrik sebagai Nawacita Gadungan. Mereka tampil ke publik seakan-akan sejalan dengan gagasan besar yang diusung Presiden Jokowi, padahal berlaku sebaliknya.

“Mereka yang layak direshuffle berdasarkan kriteria tersebut (Trisakti dan Nawacita) adalah Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said,” demikian Hendrik.

Artikel ini ditulis oleh: