Calon penumpang Kereta Api ke sejumlah tujuan pulau jawa, bersiap memasuki kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (30/5/2019). Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub memprediksi pemudik yang menggunakan jasa angkutan kereta api mengalami peningkatan pada 29 Mei hingga 4 Juni dengan puncak arus mudik pada Jumat, 31 Mei. SP/Joanito De Saojoao.

Semarang, Aktual.com – Anak berusia di bawah 12 tahun kembali diizinkan untuk melakukan perjalanan dengan moda transportasi kereta api di tengah pandemi Covid-19 mulai 22 Oktober 2021.

Kepala Daop 4 Semarang Wisnu Pramudyo mengatakan, kebijakan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan dengan kereta api di masa pandemi tertanggal 20 Oktober 2021.

Meski tidak memutuhkan syarat hatus sudah divaksin, kata dia, anak di bawah 12 tahun tetap harus menyertakan surat keterangan bebas Covid-19 sebelum bisa melakukan perjalanan dengan kereta api jarak jauh.

“Anak di bawah 12 tahun yang melakukan perjalanan dengan kereta api hatus didampingi oleh orang tuanya,” katanya, Sabtu (23/10).

Ia menyebut syarat menunjukkan kartu keluarga juga diharuskan bagi anak yang akan melakukan perjalanan.

Selain diizinkannya anak di bawah 12 tahun melakukan perjalanan dengan kereta api, kata dia, aturan baeu yang diberlakukan sebelum menggunakan transportasi massal ini yakni kewajiban memasukkan nomor induk kependudukan saat membeli tiket

Menurut dia, aturan tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam penggunaan nomor identitas tersebut dalam berbagai sektor layanan publik.

Selain itu, kata dia, kewajiban penggunaan NIK juga bertujuan untuk memvalidasi status vaksinasi calon penumpang yang sudah diintegrasikan dengan aplikasi Pedulilindungi.

KAI, lanjut dia, juga memastikan penumpang yang melakukan perjalanan dengan kereta api tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

(Antara)

(Wisnu)