Penulis Buku Khazanah Islam Nusantara Zainul Milal Bizawie (kiri) memberikan buku kepada Tokoh Masyarakat As'ad Said Ali (kanan) saat peluncuran buku dan Pameran Foto 'Khazanah Islam Nusantara' di Jakarta, Sabtu (12/3). Buku tersebut menceritakan karakter Islam nusantara sebagai Islam yang ramah, terbuka, inklusif dan mampu memberi solusi terhadap masalah-masalah besar bangsa dan negara. ANTARA FOTO/Reno Esnir/nz/16. *** Local Caption ***

Jakarta, Aktual.com – Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), As’ad Said Ali, mengatakan sadapan yang dimiliki oleh BIN hanya bisa diketahui oleh Kepala BIN atau Wakil Kepala BIN.

Menurutnya, ketika jabatan Waka BIN melekat di pundaknya, tidak ada sadapan yang sampai bocor.

“Selama zaman saya tidak ada (bocor). Karena dulu yang tahu hanya kepala, wakil kepala, yang lain nggak boleh tahu. Jadi, nggak mungkin bocor,” kata As’ad di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (2/2).

Isu adanya sadapan BIN yang bocor mencuat lewat persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1).

Kala itu, Ahok dan pengacaranya mengaku memiliki bukti lengkap adanya telepon dari Susilo Bambang Yudhoyono ke Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin.

Bahkan dalam persidangan, salah satu kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat dapat merinci kapan SBY menelepon Ma’ruf. Ahok pun sesumbar memiliki bukti lengkap soal kedekatan Ma’ruf dengan SBY.

“Apakah hari Kamisnya (6 Oktober 2016), pertemuan hari Jumat, Kamisnya (6 Oktober 2016) ada telepon dari SBY jam 10.16 WIB yang menyatakan pertama, ‘mohon diatur suapaya Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni bisa diterima di PBNU,” tanya Humphrey ke Ma’ruf saat sidang.

“Kedua, SBY minta segera dikeluarkan fatwa penistaan agama untuk terdakwa (Ahok)?,” sambungnya.

Meski demikian, Ahok sudah mengklaim ihwal telepon dari SBY ke Ma’ruf diketahui melalui kuasa hukumnya dari salah satu media online ternama di Tanah Air.

Dimana, dalam berita tersebut Ma’ruf mengakui pernah ditelepon SBY. Kata Rais Aam PBNU itu, SBY telepon meminta bantuan agar Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni bisa diterima saat kunjungan ke PBNU.

(Zhacky Kusumo)

()