Pekanbaru, Aktual.com – Seorang ibu nyaris jatuh dari motornya saat berkendara di sekitar Tugu PON Kota Dumai, Riau, Jumat (13/9). Ia terlihat sempoyongan saat berhenti di lampu pengatur lalu lintas Bundaran Jalan Sukajadi-Sultan Sarif Kasim, beberapa kali sempat menyandarkan kepala di sepeda motor, sebelum ia kehilangan keseimbangannya.

Menurut Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kota Dumai Hafidz Permana, setelah dilakukan pemeriksaan medis diketahui sang ibu yang ternyata menderita asma kesulitan bernafas karena menghirup asat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang pekat.

Sebelum itu, Hafidz mengatakan empat siswi SMA di Kota Dumai juga harus mendapat perawatan medis setelah mengaku pusing-pusing karena terlalu banyak menghirup asap karhutla saat mengikuti proses belajar dalam kelas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai mendapat data bahwa angka indeks standar polusi udara (ISPU) saat itu berada di atas 300 PSI sehingga masuk dalam kategori berbahaya.

Rizka (23), guru Abdurrab Islamic School di Pekanbaru kolaps saat berada di sekolah pada Selasa (10/9). Asma yang dideritanya kambuh dipicu kondisi udara yang tidak sehat oleh asap karhutla.

Pembina Yayasan Abdurrab Susiana Tabrani mengatakan Rizka diselamatkan dengan digotong beramai-ramai dari lantai tiga gedung sekolah tersebut ke Rumah Sakit Eka Hospital yang untungnya tidak jauh dari sana. Guru itu terselamatkan dan menjalani perawatan intensif dengan penyokong oksigen dan ditempatkan di kamar khusus agar tidak terpapar asap lagi.

(Abdul Hamid)