Jakarta, Aktual.com – Bersama dengan tiga bank pembangunan daerah, yakni Bank Jawa Timur, Bank Papua dan Bank Kalimantan Selatan, PT Bank DKI sebagai Mandated Lead Arrenger sekaligus agen fasilitas melakukan pendandatanganan perjanjian kredit sindikasi senilai Rp1,6 triliun.

Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi itu ditandatangani Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI Herry Djufraini, Direktur Keuangan BFI Finance Indonesia Sudjono, Direktur Utama Bank Papua F Zendrato.

Selanjutnya ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya, serta Pemimpin Divisi Kredit Komersial Korporasi dan Sindikasi Bank Jatim Mukhlison.

Penandatanganan perjanjian ini juga turut disaksikan oleh Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy dan Direktur Utama BFI Finance Indonesia Francis Lay Sioe Ho.

Atas penandatanganan itu, Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI, Herry Djufraini menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Jatim, Bank Papua, dan Bank Kalsel.

Pasalnya, ketiga Bank daerah itu telah berpartisipasi, serta kepercayaan BFI Finance Indonesia kepada Bank DKI yang telah ditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger.

Porsi penyaluran kredit sebesar Rp1,6 triliun tersebut terdiri atas Bank DKI sebesar Rp500 miliar, Bank Jatim dan Bank Papua masing-masing Rp400 miliar, serta Bank Kalsel Rp300 miliar.

Sementara, Presiden Direktur BFI Finance Indonesia Francis Lay Sioe Ho juga memberikan apresiasinya atas dukungan para kreditur yang telah memberikan kepercayaan kepada BFI Finance sebagai mitra bisnis yang tumbuh dan berkembang bersama untuk meningkatkan inklusi keuangan.

“Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung aktivitas pembiayaan di seluruh wilayah di Indonesia, dan akan digunakan untuk membantu target pencapaian pertumbuhan pembiayaan perusahaan kami yang diprediksi akan melebihi 25% pada akhir 2022 serta diproyeksikan terus bertumbuh pada tahun-tahun mendatang,” jelas Francis dalam keterangannya, yang dikutip, Jumat (23/9).

Herry Djufraini mengatakan, “Saat ini Bank DKI terus melakukan akselerasi penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 20,15% pada kuartal II-2022 menjadi Rp 43,64 triliun dibanding kuartal II-2021 sebesar Rp 36,32 triliun. Pertumbuhan kredit terjadi pada seluruh segmen, dengan pertumbuhan segmen mikro yang memiliki prosentase pertumbuhan tertinggi sebesar 34,77%”.

(Wisnu)