Wakil Ketua DPR Fadli Zon didampingi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat memimpin Sidang Paripurna DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/4). Dalam kesepatan tersebut Fadlizon membacakan surat pengajuan hak angket dari Komisi III DPR dengan nomor 032DW/KOM3/MP4/IV/2017 tanggal 20 April 2017. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Komisi X DPR RI masih mempertimbangkan persetujuan tambahan anggaran Rp 1,5 triliun yang diajukan Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk Komite Panitia Asian Games Indonesia.

Sebab, menurut Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana, alokasi anggaran tersebut masih terkesan aneh-aneh alias terlalu tinggi. Apalagi, hingga hari ini INASGOC belum memberikan laporan pertanggungjawaban atas penggunaan uang negara sebesar Rp 600 miliar, yang bersumber pada APBN 2015 dan 2016.

“Pertanggungjawaban belum diberikan. Tapi dari ajuan masih banyak yang menurut komisi masih ‘aneh-aneh’. Seperti, pembangunan sistem website Asian Games Rp.10,9 M, pembangunan Sampras IT Rp.517 Milyar, Broadcast manajemen 815 M, pekerjaan produksi broadcast Rp.148 M. Jadi total sampai Tahun 2018 sebesar 4, 9 T,” ujar Dadang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7).

Dadang mengatakan, Kemenpora memang mengajukan tambahan untuk Asian Games dan Seagames sebesar Rp.1,8 T, termasuk adanya penambahan jumlah anggota Panitia. Menurut informasi, kepanitian juga membengkak dari 200 orang menjadi 500 orang.

“Tapi kita belum menyepakati, nanti malam rapat dilanjutkan kembali dengan Kemenpora.”

(Wisnu)