Jakarta, Aktual.com – Lion Air masuk ke industri operator maskapai penerbangan Indonesia sebagai low cost carrier. Sebagai maskapai berbiaya rendah, Lion Air telah merebut pangsa pasar Garuda, terutama di wilayah Indonesia timur yang selama ini dimonopoli oleh maskapai penerbangan dengan kode emiten GIAA tersebut.

Hal ini mendorong Garuda berinvestasi dan mendirikan layanan maskapai berbiaya rendah, Citilink. Sebaliknya kini, untuk bersaing dengan Garuda, Lion Air mendirikan Batik Air untuk merayu penumpang yang rela mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan layanan terbang yang premium.

Batik Air bermarkas di Manado, Sulawesi Utara untuk bersaing dengan maskapai layanan lengkap lainnya, Garuda Indonesia yang telah lebih dulu menaklukan pasar di timur Indonesia.

Karena menawarkan layanan premium, Batik Air memberik makanan gratis dan kabin yang lebih lebar dari Lion Air, dengan jarak antar kursi terbuka sejauh 32 inch untuk kelas ekonomi.

Selain itu, untuk kelas Ekonomi, misalnya, Batik Air menyediakan layanan bagasi sampai bobot 20 kilogram. Untuk mereka yang duduk di kelas Bisnis, Batik Air menyediakan bagasi sampai kapasitas sebesar 30 kilogram.

(Abdul Hamid)