Batik Air ada di posisi ke empat dengan jumlah penumpang domestik yang mencapai 11,82 juta penumpang atau 11,69 dalam pembagian pasar penumpang domestic untuk seluruh jenis penerbangan.

Jika dibandingkan dengan market share pada tahun 2016 yang dirilis oleh Kementrian Perhubungan, jumlah penumpang domestik yang menggunakan Batik Air naik sekitar 4 juta penumpang. Sedangkan jumlah penumpang domestik yang memilih Garuda sebagai alat trasnportasi udara mereka turun sekitar 700 ribu penumpang.

Hal ini mengindikasikan bahwa banyak penumpang low-cost carrier yang mulai berpindah haluan ke maskapai penerbangan lengkap dan memilih Batik Air sebagai pesawat yang membawa mereka terbang ke destinasi yang mereka tuju.

Sebaliknya, Garuda harus kehilangan penumpang yang mungkin beralih ke pesaing mereka, Batik Air. Perlu diingat, dalam 8 bulan terakhir harga tiket pesawat maskapai berbiaya rendah naik semenjak peak season tahun lalu.

Hal ini mengakibatkan harga tiket pesawat maskapai penerbangan berbiaya rendah tidak berbeda jauh dengan maskapai full services, yang mengakibatkan penumpang yang terbiasa menggunakan maskapai penerbangan berbiaya rendah beralih ke maskapai penerbangan lengkap seperti Batik Air.

(Abdul Hamid)