Atambua, Aktual.com – Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Atambua Bendito Menezes mengungkapkan bahwa komoditas ekspor menuju Timor Leste didominasi oleh kebutuhan rumah tangga, seperti sembako, air mineral, dan furnitur.

“Kalau untuk komoditas yang paling dominan ke sana (Timor Leste), pertama tentunya sembako untuk memenuhi kebutuhan di sana. Ada juga air mineral, lalu kebutuhan rumah tangga seperti kasur dan furnitur lainnya,” kata Bendito kepada ANTARA di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Ain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Senin (24/5).

Selain kebutuhan rumah tangga, komoditas yang dikirim oleh Indonesia ke Timor Leste juga didominasi oleh semen dan bahan bangunan, serta kendaraan bermotor.

Oleh karena itu, bagi Bendito, PLBN Mota Ain memiliki peranan yang sangat vital dalam hal menjadi akses untuk ekspor dan impor komoditas antara Indonesia dengan Timor Leste. Terlebih, ketika Pemerintah telah melonggarkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Ekspor dan impor yang masing-masing terpusat pada satu hari, yakni hari Senin untuk komoditas impor dan Rabu untuk ekspor, kini berjalan seperti biasa.

“Kira-kira, rata-rata terdapat 10 truk setiap hari. Itu karena sekarang normal. Kalau sebelumnya (ketika PPKM masih ketat), bisa sampai 80 truk karena hanya satu hari,” ucap Bendito.

Kendaraan ekspor dan impor akan berlomba-lomba untuk melintas sebelum PLBN selesai beroperasi. Antrean truk komoditas ekspor dan impor antara Indonesia dan Timor Leste di tengah PPKM menunjukkan betapa pentingnya hubungan dagang antara kedua negara tersebut, khususnya dari arah Indonesia menuju Timor Leste yang membawa komoditas kebutuhan rumah tangga.

Sedangkan, dari arah Timor Leste menuju Indonesia, sebagian besar merupakan komoditas hasil bumi, seperti kopi.

“Pada saat-saat PPKM itu kami ketatkan meski jumlah personel berkurang. Akan tetapi, ketika mulai dilonggarkan, kami tambahkan kembali personel kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” tutur Bendito.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)