Jakarta, Aktual.com- Desakan pencopotan terhadap Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai. Demikian dikatakan oleh Bendahara Umum DPP Partai Golkar Robert Kardinal, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (29/6).

“Kita belum tahu apa yang akan terjadi, biarkan diproses terlebih dahulu, tentu teman-teman di bidang organisasi dan kepartaian punya mekanisme penyelesaiannya. Mungkin, bisa juga dibahas dalam bidang politik hukum dan ham juga. Kepartaian dipimpin pak Kahar Muzakir, sedangkan politik hukum dan ham itu dipegang Pak Yorrys Raweyai,” ujarnya.

Desakan untuk mencopot Akom sebelumnya disampaikan oleh KNPI dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), lantaran Akom dipandang memberikan dukungan kepada KNPI dibawah pimpinan Rifai Darus yang dinilai ilegal.

Dalam kasus ini, Robert berpandangan bahwa apa yang dilakukan Akom dengan menghadiri acara KNPI pimpinan Rifai Darus menunjukan adanya pertentangan dengan keputusan DPP yang mendukung KNPI dibawah pimpinan Fahd El Fouze.

“Nah, persoalan ini yang perlu dipastikan apakah hanya sekedar persoalan etika atau apa?, dimana dalam dua organisai sedang bertikai, Ketum di sini (KNPI Fahd,red) kok pak Ade justru di sini (KNPI Rifai,red) tentu itu yang saya lihat secara pribadi,” sebut anggota komisi IV DPR RI itu.

“Tinggal diputuskan saja apakah itu pelanggaran etik atau pelanggaran serius yang dilakukan pak Akom. Kalau saya sebagai kader melihat itu, ketika ketum ada di satu acara ini namun ada kader lain di cara yang satu, seakan-akan menentang,” tandas dia.

()